Tak Perlu Emosi Mendidik Anak yang Keras Kepala
- 31 Agt 2026 19:21 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID - Nabire: Anak yang keras kepala, entah itu anak perempuan atau laki-laki, cenderung menjadi sangat sensitif dan tidak dapat dibujuk oleh orang-orang di sekitarnya. Ini karena mereka ingin permintaannya segera terpenuhi. Di sisi lain, sifat keras kepala sebenarnya merupakan cara si Kecil untuk belajar soal kebebasan dan batasan-batasan perilaku yang bisa diterima dan tidak.
Ketika si Kecil melakukan sesuatu, misalnya ia tidak mau mandi atau tidak mau tidur, ia akan melihat seperti apa reaksi Anda. Saat anak berubah menjadi keras kepala dan suka melawan bisa jadi perilaku tersebut terjadi karena mereka melihat contoh yang sama. Oleh karena itu, sebaiknya hati-hati jika bersikap di depan si Kecil karena anak-anak sangat mudah meniru orang di sekitarnya, usahakan sebagai orangtua Anda menerapkan cara mendidik anak yang keras kepala. cara efektif dalam mendidik anak yang keras kepala dan suka melawan tanpa harus marah-marah adalah sebagai berikut.
1. Dengarkan pendapat dan kemauan si kecil.
Hal terpenting sebagai cara menghadapi sikap anak yang keras kepala. Jika ingin si Kecil mendengarkan Anda, Anda pun harus mau mendengarkannya terlebih dahulu. Bila belum apa-apa Anda langsung melarangnya untuk begadang, anak akan cenderung membantah dan marah. Sebab, anak keras kepala cenderung memiliki pendapat yang kuat dan senang berdebat demi keinginannya terpenuhi. Jadi, cobalah dekati si Kecil dan dengarkan apa yang ia mau. Hal ini akan membuatnya merasa penting dan menjadi lebih tenang tanpa melawan.
2. Tidak memaksa.
Ketika Anda cenderung memaksa anak untuk melakukan sesuatu, biasanya si Kecil akan memberontak dan melakukan apa yang seharusnya tidak mereka lakukan. Ambil contoh, Anda memaksa anak untuk berhenti main gadget dan beranjak tidur karena anak sudah terlanjur kecanduan gadget. Sebenarnya, mendidik anak yang keras kepala dengan cara ini tidak akan membantu, malah akan memicu perlawanan dari si Kecil. Sebaliknya, saat Anda menunjukkan perhatian dengan apa yang anak tonton, maka si Kecil akan memberikan respons tertentu dan lebih merasa nyaman. Ia pun akan merasa bahwa orangtuanya sedang memberikannya perhatian.
3. Memberikan anak pilihan.
Pada dasarnya, anak-anak memiliki jalan pikirannya sendiri dan tidak suka diberi tahu tentang apa yang harus dilakukan. Cara mendidik anak yang keras kepala ini bisa dengan menggunakan trik-trik khusus dengan memberikannya pilihan.
4. Hadapi dengan Tenang.
Kunci utama dalam mendidik dan menghadapi anak yang keras kepala adalah dengan cara bersikap tenang dan sabar. Jika Anda cenderung marah-marah atau membentak, sikap Anda justru akan memperburuk keadaan dan malah membuat si Kecil semakin melawan. Lakukan berbagai kegiatan yang dapat membantu Anda menjadi lebih tenang, seperti meditasi, olahraga, mendengarkan musik, atau lainnya. Bila Anda suka menyetel musik di rumah, hal ini juga bisa memengaruhi suasana hati si Kecil untuk lebih tenang dan jauh dari tantrum.
5. Biarkan anak belajar dari pengalaman.
Melarang anak melalui kata-kata kadang tidak cukup berhasil. Cara mendidik anak yang keras kepala bisa dilakukan dengan memberinya sedikit kebebasan. Cara ini akan memberikan pelajaran penting dalam mendidik anak yang keras kepala sehingga ia tidak mengulangi hal yang sama. Sebagai contoh, Anda tidak memperbolehkan anak main air karena akan terpeleset, tapi anak mungkin sulit mendengarkannya. Bila Anda sudah berkali-kali memberi tahu tapi anak tetap keras kepala, ia akan menyadari alasan Anda melarangnya saat ia sudah mengalami ganjarannya mungkin karena terjatuh atau terpeleset.
6. Ajak si kecil bekerja sama.
Ketimbang menyuruh-nyuruh si Kecil untuk melakukan suatu hal, alangkah lebih baik jika Anda mengajak si Kecil untuk bekerja sama. Gunakan kata-kata, “ayo kita lakukan bersama,” atau “bagaimana kalau kita mencobanya bersama-sama?” daripada kalimat yang terkesan menyuruh. Jadi, berusahalah untuk menjadi teman anak agar mereka merasa nyaman.
7. Ajak berdiskusi.
Terkadang, Anda perlu melakukan negosiasi atau tawar-menawar dengan si Kecil. Hal ini menunjukkan bahwa Anda tidak serta merta menolak permintaan si Kecil, tetapi memberikan pertimbangan yang akan melatihnya mengambil keputusan yang baik. Ambil contoh, anak Anda tetap tak mau tidur meski sudah Anda minta dengan baik-baik. Nah, cara yang tepat bukanlah dengan memaksanya untuk segera tidur, tetapi dengan memberikan pertimbangan. Tanyakan padanya kapan ia mulai ingin tidur dan apa alasannya. Setelah itu, Anda bisa mengajaknya berdiskusi dan menentukan jam tidur yang cocok untuk Anda dan si Kecil.
Ingatlah, sekeras apa pun sikap anak, percayalah bahwa Anda mampu mengatasinya dengan sikap tenang. Dengan demikian, anak keras kepala Anda kelak berubah menjadi anak yang lebih disiplin dan penurut. Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu mendidik anak yang keras kepala.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....