Pemkab Nabire Bentuk Satgas Karhutla, Siapkan 250 Sumur Bor dan Bantuan Pangan
- 30 Agt 2026 09:35 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Pemerintah Kabupaten Nabire mengambil langkah serius menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut dinilai luar biasa karena tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap pangan, air bersih, kesehatan, pendidikan hingga aktivitas penerbangan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd., mengatakan pemerintah daerah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla dengan melibatkan berbagai unsur.
“Secara khusus yang terjadi di Nabire adalah kebakaran hutan dan lahan yang luar biasa. Pemerintah Kabupaten Nabire sejak terjadinya itu merespons bagaimana untuk menanggulangi kejadian ini,” kata Yulianus kepada awak media di Nabire.
Menurutnya, Satgas tersebut melibatkan Pemerintah Kabupaten Nabire, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda. Satgas mulai bekerja setelah Surat Keputusan (SK) pembentukan dibagikan.
Yulianus menegaskan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat. Ia mengajak masyarakat di kota, distrik hingga kampung untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran maupun mengantisipasi apabila api mulai muncul.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran kebun atau lahan secara sembarangan. Sebab, dalam kondisi kering, api dari satu titik dapat dengan cepat meluas dan mengancam kebun hingga rumah warga.
Pangan Masyarakat Jadi Perhatian
Pemkab Nabire telah melakukan pendataan kondisi masyarakat berdasarkan distrik dan kampung. Salah satu persoalan yang ditemukan adalah potensi kekurangan pangan akibat kebun masyarakat yang terdampak kebakaran.
“Kita sudah data per distrik bahkan per kampung. Kita sudah undang semua kepala distrik,” jelasnya.
Pemerintah kemudian membentuk tim untuk mengalokasikan bantuan beras dan menyalurkannya hingga ke distrik maupun kampung yang membutuhkan.
Menurut Yulianus, kebakaran yang mengenai kebun masyarakat dapat menghilangkan tanaman yang seharusnya dipanen untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Kekeringan dan Kebutuhan Air Bersih
Selain karhutla, kekeringan juga menjadi persoalan serius. Yulianus menyebut sejumlah wilayah, termasuk Wadio dan Nabire Barat, mengalami kondisi kekurangan air.
Pemkab Nabire telah menyiapkan langkah antisipasi dengan pembangunan sumur bor apabila kondisi kemarau masih berlangsung.
“Kemarin juga sudah dibentuk, kita tunjuk tim teknis dari Kodim untuk melaksanakan bagaimana sumur bor itu sehingga bisa digunakan untuk konsumsi masyarakat,” katanya.
Pemkab Nabire juga telah berkoordinasi dengan BNPB pusat dan mengusulkan bantuan sekitar 250 sumur bor. Selain itu, pemerintah meminta bantuan lima mobil tangki air untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
Yulianus mengatakan pemerintah daerah tidak akan hanya menunggu bantuan dari pusat. Jika bantuan belum tiba, pembangunan sumur bor akan mulai dikerjakan oleh pemerintah daerah.
Libatkan Dunia Usaha
Pemkab Nabire juga berencana mengajak dunia usaha dan para kontraktor besar untuk ikut membantu mengatasi persoalan kekeringan.
“Kita nanti akan minta agar kalau bisa satu sumur satu kontraktor. Mau tidak mau ini bukan urusan satu pemerintah saja, bukan urusan kita semua,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan pihak swasta diperlukan karena persoalan air bersih dan dampak karhutla merupakan persoalan bersama yang membutuhkan gotong royong.
Di sisi lain, pemerintah juga meminta Dinas Kesehatan memastikan pelayanan di puskesmas pembantu, puskesmas, rumah sakit dan layanan kesehatan keliling tetap berjalan maksimal, terutama bagi masyarakat yang terdampak.
Yulianus juga mengingatkan dampak karhutla dapat meluas ke berbagai sektor. Asap kebakaran dapat mengganggu kesehatan, aktivitas sekolah serta operasional penerbangan apabila jarak pandang di bandara terganggu.
Karena itu, ia kembali mengajak seluruh masyarakat Nabire untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah pembakaran lahan.
“Kalau satu titik saja api bisa meluas, bahkan sampai rumah habis,” tegasnya.
Yulianus berharap seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas Karhutla bersama masyarakat dapat bergerak cepat sehingga kebakaran tidak semakin meluas dan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak tetap terpenuhi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....