Maraknya Penipuan Digital Bermodal AI, Kenali Modus Baru agar Tidak Jadi Korban
- 25 Jul 2026 17:47 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk melancarkan berbagai modus penipuan digital. Salah satu yang kini semakin marak adalah penggunaan deepfake, kloning suara (voice cloning), hingga pesan palsu yang dibuat sangat meyakinkan seolah-olah berasal dari keluarga, rekan kerja, atau instansi resmi. Berdasarkan laporan Internet Crime Report 2024 dari FBI, kerugian akibat kejahatan siber terus meningkat dengan berbagai modus yang semakin canggih. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada panggilan, video, atau pesan yang meminta transfer uang, data pribadi, maupun kode OTP tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu melalui saluran komunikasi resmi.
Agar tidak menjadi korban, penting untuk menerapkan kebiasaan digital yang aman, seperti mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA), menggunakan kata sandi yang kuat dan berbeda di setiap akun, serta selalu memeriksa keaslian informasi sebelum mengambil tindakan. Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur Amerika Serikat (CISA) juga mengingatkan bahwa teknologi AI membuat konten palsu semakin sulit dikenali, sehingga kewaspadaan pengguna menjadi lapisan perlindungan yang paling penting. Dengan meningkatkan literasi digital dan memahami modus-modus terbaru, masyarakat dapat meminimalkan risiko penipuan sekaligus memanfaatkan teknologi AI secara lebih aman dan bertanggung jawab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....