Kecerdasan Buatan (AI) Semakin Canggih, Profesi Apa yang Tetap Dibutuhkan?
- 25 Jul 2026 17:38 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) memang mengubah cara bekerja di berbagai sektor. Meski sejumlah pekerjaan rutin mulai diotomatisasi, bukan berarti seluruh profesi akan tergantikan. Laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum (WEF) memproyeksikan bahwa hingga 2030 akan tercipta sekitar 170 juta pekerjaan baru, sementara sekitar 92 juta pekerjaan berpotensi tergeser akibat transformasi teknologi. Profesi yang diperkirakan tetap memiliki permintaan tinggi meliputi tenaga kesehatan, pendidik, analis data, pakar keamanan siber, insinyur AI, hingga pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan mengambil keputusan yang kompleks. Hal ini menunjukkan bahwa AI lebih banyak menjadi alat pendukung produktivitas daripada pengganti manusia secara menyeluruh.
Di sisi lain, Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menegaskan bahwa keterampilan manusia seperti berpikir kritis, komunikasi, empati, kolaborasi, serta kemampuan memanfaatkan AI akan menjadi pembeda utama di dunia kerja. Karena itu, pekerja yang terus meningkatkan kompetensi digital sekaligus mengasah kemampuan interpersonal akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang. Masa depan bukan hanya milik mereka yang menguasai teknologi, tetapi juga mereka yang mampu beradaptasi, belajar sepanjang hayat, dan bekerja berdampingan dengan AI untuk menghasilkan solusi yang lebih inovatif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....