SMKS Kesehatan Anigou Nabire, Rutin Gelar Pertemuan Bersama Orang Tua Murid
- 22 Jul 2026 21:51 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Melalui pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungn Sekolah atau MPLS 2026, SMKS Kesehatan Anigou berharap seluruh peserta didik baru mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, memahami budaya belajar yang positif, serta mengembangkan potensi diri untuk meraih prestasi.
Ketua Yayasan Harapan Nusantara Doutou Papua sekaligus Kepala Sekolah SMKS Kesehatan Anigou, Yosafat Nawipa, S.Pd., kepada RRI Senin, 20 Juli 2026 menjelasakan bahwa, pihaknya telah melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 bagi siswa baru selama tiga hari pada tanggal 13 hingga 15 Juli 2026.
“Untuk menindak lanjuti hasil dari kegiatan MPLS tersebut, Pihak sekolah telah melaksanakan pertemuan bersama para orang tua wali murit pada jumat 17 Juli 2026, bertempat di Aula SMK Anogou Nabire,” jelasnya.
Menurutnya, pendidikan vokasi khususnya dibidang kesehatan menjadi peluang krusial dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas bagi pembangunan daera.
“Dalam rangka itu, SMK Kesehatan Anogou terus meningkatkan mutu pembelajaraan dan menyiapkan lulusan yang kompeten, berkarakter, serta siap melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja,” ujar Yosafat Nawipa.
Yosafat Nawipa, lanjut menjelasakan bahwa dalam pertemuan tersebut telah membahas sejumlah hal penting, bersama para orang tua murid, diantaranya, pelaksanaan MPLS, penbiayaan pendidikan, dan pelaksanaan prabktek siswa kedepan.
“SMK Kesehatan Anigou, secara rutin mengelar pertemuan dengan orang tua wali siswa, terutama pada momen penting seperti penerimaan murid baru, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, dan terus melakukan sosialisasiprogram khusus,” ungkapnya.
SMK Anogou Nabire memiliki harapan yang besar kepada pemerintah daerah, baik tingkat kabupaten maupun provinsi, untuk memberikan dukungan penuh terhadappembangunan gedung sekolah, penambahan ruang kelas, ruang labolatorium serta penyelesaian pagar keliling sekolah.
Pada kesempatan itu Ia pun berharap peserta didik untuk tetap menjaga kedisiplinan, etika, moral, dan kesehatan diri di era globalisasi saat ini, termasuk isu penyakit menular HIV/AIDS yang terus meningkat di Papua Tengah terutama Kabupaten Nabire.
“Para siswa khususnya Orang Asli Papua (OAP) juga diingatkan untuk menjaga Integritas, serta memiliki komitmen sehingga nantinya kembali dan mengabdi di daerah masing-masing,” tutup Yosafat Nawipa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....