Pelaksanaan MPLS SLB Petra Nabire, Tahun Ajaran Baru 2026/2027 Resmi Ditutup
- 19 Jul 2026 19:24 WIB
- Nabire
RRI.CI.ID, Nabire - Melalui pelaksanaan Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Luar Biasa (SLB) Petra Nabire, pihak sekolah berkomitmen memberikan pelayanan dan kesetaraan hak pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Nabire.
SLB Petra Nabire yang berlokasi di Jalan Petra Kelurahan Siriwini, Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah telah menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama lima hari. Kegiatan ini telah berlangsung dari tanggal 13 hingga 17 Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
Kepala Sekolah SLB Petra Nabire, Yosafat Nawipa, S.Pd., dalam keteranganya Jumat 17 Juli 2026, menjelasakan kegiatan MPLS dilaksanakan dengan tujuan, untuk menyambut siswa baru berkebutuhan khusus yakni SDLD, SMPLB, dan SMALB.
“Pelaksanaan MPLS di SLB Swasta terakreditasi B ini mengusung pendekatan khusus yang ramah, adaptif, dan menyenangkan agar siswa baru dapat merasa aman dan nyaman di lingkungan sekolah,” jelasnya.
Pelaksanaan Masa Pengenalan lingkungan Sekolah SLB Petra Nabire, selama lima hari itu secara resmi ditutup oleh Kepala Sekolah SLB, Yosafat Nawipa, harapan utama dari kegiatan ini, dapat tercipta proses adaptasi yang aman, nyaman, dan ramah anak bagi para siswa berkebutuhan khusus saat memulai proses belajar.
“Fokus utama kegiatan MPLS, di SLB Petra Nabire, dengan mengenalkan tata letak ruang kelas, toilet, ruang keterampilan, dan fasilitas ramah disabilitas yang tersedia di sekolah. Lewat nkegiatan ini para guru juga mengamati langsung karakteristik, hambatan, serta potensi masing-masing anak guna menyusun program pembelajaran individual (PPI),” ujar Yosafat Nawipa.
Sebagai lembaga yang melayani jenjang SDLB, SMPLB, dan SMALB, sekolah ini berkomitmen memberikan pelayanan dan kesetaraan hak pendidikan bagi anak-anak di Nabire.
Harapan besar kami kiranya ada kolaborasi kuat, untuk membangun komunikasi yang harmonis serta sinergi antara pihak yayasan, para guru, dan orang tua murid dalam mengawal proses belajar anak,” tutup tutup Yosafat Nawipa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....