Tiga Peringatan 13 Juli yang Mengajarkan Nilai Kehidupan dan Sejarah

  • 14 Jul 2026 15:07 WIB
  •  Nabire
Poin Utama
  • Pemerintah Indonesia resmi menetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa melalui Surat Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 135 Tahun 2026 sebagai bentuk penghormatan terhadap penghayat kepercayaan.
  • Tanggal 13 Juli diakui secara internasional sebagai Hari Batu Internasional (International Rock Day) yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya batuan dalam sejarah bumi dan sumber bahan baku industri.
  • Pada 13 Juli 1931, sedikitnya 22 warga Kashmir tewas ditembak pasukan Kerajaan Dogra di luar Penjara Pusat Srinagar, peristiwa yang dikenang sebagai Kashmir Martyrs' Day dan menjadi titik balik gerakan politik masyarakat Kashmir.

RRI.CO.ID, Nabire - Tanggal 13 Juli menjadi momentum penting yang diperingati di berbagai negara dengan latar belakang sejarah yang berbeda. Di Indonesia, tanggal ini menjadi pengingat akan pentingnya penghormatan terhadap penghayat kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sementara di tingkat internasional, masyarakat memperingati Hari Batu Internasional sebagai bentuk apresiasi terhadap ilmu kebumian, serta Hari Martir Kashmir untuk mengenang perjuangan rakyat Kashmir dalam memperjuangkan hak-haknya.

1. Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa

Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa diperingati setiap 13 Juli. Peringatan ini resmi ditetapkan oleh Pemerintah melalui Surat Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 135 Tahun 2026 sebagai bentuk penghormatan terhadap keberadaan dan kontribusi para penghayat kepercayaan dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Tanggal 13 Juli dipilih karena memiliki nilai historis dalam perjalanan organisasi penghayat kepercayaan di Indonesia. Hari tersebut menjadi momentum penting bagi gerakan penghayat kepercayaan dalam memperjuangkan pengakuan, pelestarian nilai-nilai budaya, serta hak-hak konstitusional mereka sebagai bagian dari masyarakat Indonesia.

Penetapan Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa bertujuan memperkuat semangat kebhinekaan, toleransi, dan penghormatan terhadap martabat setiap warga negara. Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa keberagaman keyakinan merupakan bagian dari kekayaan budaya nasional yang dilindungi oleh konstitusi dan menjadi fondasi persatuan bangsa.

2. Hari Batu Internasional (International Rock Day)

Di dunia ilmu pengetahuan, tanggal 13 Juli diperingati sebagai International Rock Day atau Hari Batu Internasional. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya batuan sebagai bagian dari sejarah bumi. Batuan menyimpan informasi mengenai proses geologi yang berlangsung selama miliaran tahun, mulai dari pembentukan benua, aktivitas gunung api, hingga evolusi kehidupan.

Selain memiliki nilai ilmiah, batuan juga menjadi sumber berbagai bahan baku penting bagi pembangunan, industri, seni, dan budaya. Karena itu, Hari Batu Internasional dimanfaatkan oleh komunitas geologi, museum, universitas, dan lembaga pendidikan untuk mengenalkan ilmu kebumian kepada masyarakat melalui pameran, edukasi, dan kegiatan lapangan.

Meski belum menjadi peringatan resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), International Rock Day semakin dikenal di kalangan akademisi dan pecinta geologi sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian warisan geologi dunia.

3. Hari Martir Kashmir (Kashmir Martyrs' Day)

Tanggal 13 Juli juga menjadi hari bersejarah bagi masyarakat Kashmir melalui peringatan Kashmir Martyrs' Day atau Hari Martir Kashmir. Peringatan ini mengenang peristiwa 13 Juli 1931 ketika sedikitnya 22 warga Kashmir tewas akibat tembakan pasukan penguasa Kerajaan Dogra di luar Penjara Pusat Srinagar. Saat itu, ribuan warga berkumpul untuk memberikan dukungan kepada Abdul Qadeer Khan, seorang aktivis yang diadili karena pidatonya yang mengkritik pemerintahan kerajaan.

Insiden tersebut memicu gelombang demonstrasi besar dan menjadi titik balik dalam gerakan politik masyarakat Kashmir. Para korban kemudian dikenang sebagai martir yang memperjuangkan hak-hak sipil, keadilan, dan aspirasi politik masyarakat Kashmir.

Selama beberapa dekade, 13 Juli diperingati sebagai hari libur resmi di wilayah Jammu dan Kashmir. Namun setelah perubahan status konstitusional wilayah tersebut pada tahun 2019, status peringatannya mengalami perubahan. Meski demikian, berbagai kelompok masyarakat masih mengenangnya sebagai bagian penting dari sejarah Kashmir. (Falen Nelwan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....