Simak Peringatan Nasional dan Internasional 12 Juli
- 14 Jul 2026 15:07 WIB
- Nabire
Poin Utama
- Hari Internasional Memerangi Badai Pasir dan Debu ditetapkan PBB untuk mengatasi ancaman serius terhadap kesehatan, ketahanan pangan, dan lingkungan yang disebabkan perubahan iklim.
- Hari Harapan Internasional menekankan bahwa harapan bukan sekadar perasaan positif, tetapi landasan tindakan nyata dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan masa depan yang lebih adil.
- Tanggal 12 Juli diperingati sebagai Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) untuk mengenang Kongres Koperasi Indonesia Pertama di Tasikmalaya pada 12 Juli 1947, yang melahirkan gerakan koperasi nasional sebagai pilar ekonomi Indonesia.
- Malala Yousafzai diperingati pada 12 Juli karena keberaniannya memperjuangkan hak pendidikan anak perempuan, dan pada 2014 menjadi penerima Nobel Perdamaian termuda dalam sejarah.
- Paper Bag Day atau Hari Kantong Kertas Sedunia bertujuan meningkatkan kesadaran penggunaan kantong ramah lingkungan untuk mengurangi pencemaran plastik sekali pakai.
RRI.CO.ID, Nabire - Tanggal 12 Juli diperingati sebagai momentum penting yang sarat nilai sejarah, baik di Indonesia maupun dunia. Mulai dari lahirnya gerakan koperasi nasional, penghormatan terhadap perjuangan pendidikan yang diwakili Malala Yousafzai, kampanye penggunaan kantong kertas yang ramah lingkungan, upaya global memerangi badai pasir dan debu, hingga Hari Harapan Internasional yang mengajak masyarakat dunia membangun optimisme untuk masa depan.
Berikut sejarah dan makna dari peringatan pada 12 Juli:
1. Hari Koperasi Nasional (Harkopnas)
Perjalanan koperasi di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa. Karena itu, setiap tanggal 12 Juli diperingati sebagai Hari Koperasi Nasional (Harkopnas).
Tanggal tersebut dipilih untuk mengenang penyelenggaraan Kongres Koperasi Indonesia Pertama di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 12 Juli 1947. Dalam kongres itu dibentuk Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI), yang menjadi tonggak lahirnya gerakan koperasi nasional.
Mohammad Hatta, yang dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia, memandang koperasi sebagai sistem ekonomi yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila karena mengedepankan asas kekeluargaan, kebersamaan, dan pemerataan kesejahteraan. Prinsip tersebut kemudian diperkuat dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menempatkan koperasi sebagai salah satu sokoguru perekonomian nasional.
Tahun ini, pemerintah mengusung tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya". Peringatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi nasional dan pendorong kesejahteraan masyarakat
2. Hari Malala Sedunia (Malala Day)
Keberanian seorang remaja asal Pakistan memperjuangkan hak pendidikan bagi anak perempuan menginspirasi dunia untuk menetapkan 12 Juli sebagai Hari Malala Sedunia.
Peringatan ini ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2013, bertepatan dengan ulang tahun ke-16 Malala Yousafzai. Pada hari itu, Malala menyampaikan pidato bersejarah di Sidang Pemuda PBB setelah selamat dari upaya pembunuhan oleh kelompok Taliban pada tahun 2012 akibat perjuangannya membela hak pendidikan.
Pidato tersebut menegaskan bahwa "satu anak, satu guru, satu buku, dan satu pena dapat mengubah dunia." Sejak saat itu, Hari Malala diperingati sebagai simbol perjuangan pendidikan, kesetaraan gender, serta perlindungan hak anak di seluruh dunia.
Pada tahun 2014, Malala menjadi penerima Hadiah Nobel Perdamaian termuda dalam sejarah.
3. Hari Kantong Kertas Sedunia (Paper Bag Day)
Kesadaran terhadap pentingnya mengurangi sampah plastik juga diwujudkan melalui peringatan Hari Kantong Kertas Sedunia atau Paper Bag Day setiap 12 Juli.
Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk beralih menggunakan kantong yang lebih ramah lingkungan sebagai upaya mengurangi pencemaran akibat sampah plastik sekali pakai.
Kantong kertas dinilai lebih mudah didaur ulang dan terurai dibandingkan kantong plastik. Karena itu, berbagai organisasi lingkungan memanfaatkan momentum ini untuk mengampanyekan gaya hidup berkelanjutan melalui penggunaan kemasan yang lebih ramah lingkungan.
Meski bukan peringatan resmi PBB, Paper Bag Day semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya gerakan global pengurangan sampah plastik.
4. Hari Internasional Memerangi Badai Pasir dan Debu
Perubahan iklim dan degradasi lahan menyebabkan badai pasir dan debu menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia, ketahanan pangan, serta lingkungan hidup.
Melalui resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, tanggal 12 Juli ditetapkan sebagai International Day of Combating Sand and Dust Storms, yang mulai diperingati sejak tahun 2023.
Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran global mengenai dampak badai pasir dan debu terhadap jutaan penduduk dunia. Selain mengganggu kualitas udara, fenomena tersebut juga memengaruhi sektor pertanian, transportasi, kesehatan, hingga perekonomian.
PBB mendorong kerja sama internasional dalam pengelolaan lahan, penghijauan, mitigasi perubahan iklim, dan penguatan sistem peringatan dini untuk mengurangi risiko bencana tersebut.
5. Hari Harapan Internasional (International Day of Hope)
Harapan merupakan salah satu kekuatan yang mendorong manusia bangkit menghadapi berbagai tantangan global. Atas dasar itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 12 Juli sebagai Hari Harapan Internasional atau International Day of Hope.
Hari ini ditetapkan melalui resolusi Majelis Umum PBB sebagai ajakan kepada masyarakat dunia untuk membangun optimisme, solidaritas, perdamaian, dan kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk kemiskinan, konflik, perubahan iklim, dan krisis kemanusiaan.
Peringatan ini menegaskan bahwa harapan bukan sekadar perasaan positif, tetapi juga menjadi landasan tindakan nyata dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan serta masa depan yang lebih adil bagi seluruh umat manusia.
Melalui Hari Harapan Internasional, PBB mengajak seluruh negara, organisasi, dan masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat saling mendukung demi terciptanya dunia yang damai, inklusif, dan berkelanjutan.
Kelima peringatan yang jatuh pada 12 Juli memperlihatkan beragam nilai yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat modern. Mulai dari semangat gotong royong melalui koperasi, perjuangan memperoleh hak pendidikan, kepedulian terhadap lingkungan, upaya menghadapi tantangan perubahan iklim, hingga membangun harapan sebagai energi positif dalam menciptakan masa depan yang lebih baik. Momentum ini menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa dan dunia hanya dapat dicapai melalui kolaborasi, kepedulian, dan optimisme bersama. (Falen Nelwan)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....