Wujudkan Tanah Papua yang Damai, Semua Piahak Diajak Jaga Kedamaian
- 03 Jul 2026 19:59 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire -Wujudkan Papua Tengah Tanah damai Ketua PGGPT, minta umat beragama jaga tolerasi dan kedamaian ditengah keragaman serta ikut menjaga kemanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
Seluruh masyarakat, gereja dan umat, di Papua Tengah diseruhkan untuk bersama-sama menaikan doa secara khusus bagi situasi kemananan di sejumlah daerah di Papua Tengah yang sering mengalami konflik dan menimbulkan korban jiwa, khususnya di wilayah Deiyai, Dogiyai, Paniai, Intan Jaya dan beberapa daerah lainnya di Tanah Papua.
Pendeta Dr. Yance Nawipa, M.Th., dalam keterangannya kepada RRI Jumat 3 Juli 2026 menekankan bahwa, penerapan toleransi akan meminimalisir terjadinya konflik antar umat beragama serta mewujudkan persatuan dan kesatuan tampa memandang latar belakan agama dan suku, disamping itu dengan mengembangkan sikap toleransi sesuai dengan nilai-nilai pancasila, akan menciptakan kerukunan, menjaga stabilitas sosial, serta menjunjung tinggi keadilan dan kesetaraan ditengah masyarakat.
“Selaku hamba Tuhan saya minta seluruh aparat kemanan sebagai penegak hukum, agar dapat menciptakan situasi yang aman, dan damai serta mengayomi dan melindungi masyarakat,” tegasnya.
Dengan demikan Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya umat kristiani untuk tetap menjaga persatuan, menahan diri, serta menjadi pembawa damai di tengah masyarakat, dan tidak terpengaruh dengan hal-hal yang dapat merugikan diri, keluarga maupun orang lain.
“Papua Tengah tanah damai, merupakan tanah yang dianugerahkan oleh Tuhan untuk dijaga secara bersama-sama dalam semangat persaudaraan dan kedamaian. “Seluruh pihak yang ada di Papua Tengah, baik suku-suku, umat beragama, maupun masyarakat secara umum, diharapkan hidup saling menghargai perbedaan dan menjaga toleransi antarumat beragama,” ungkap Pdt. Yance Nawipa.
Toleransi antar umat beragama menjadi pilar utama untuk menciptakan masyarakat yang rukun, damai dan harmonis, jauh dari konflik, dan perpecahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....