Kenali Bintitan, Gangguan pada Kelopak Mata yang Umumnya Dapat Sembuh dengan Peraw

  • 28 Jun 2026 23:39 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire – Bintitan merupakan salah satu gangguan pada mata yang cukup sering dialami masyarakat. Kondisi ini ditandai dengan munculnya benjolan kecil berwarna kemerahan di tepi kelopak mata yang biasanya disertai rasa nyeri, bengkak, dan terkadang mengeluarkan nanah. Meski umumnya tidak berbahaya, bintitan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Bintitan, yang dalam istilah medis dikenal sebagai hordeolum, terjadi akibat infeksi bakteri pada kelenjar minyak di sekitar bulu mata. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya bintitan antara lain:

  • Menyentuh atau menggosok mata dengan tangan yang kotor.
  • Kurang menjaga kebersihan wajah dan area mata.
  • Menggunakan kosmetik mata yang sudah kedaluwarsa atau tidak bersih.
  • Tidak membersihkan riasan mata sebelum tidur.
  • Menggunakan lensa kontak tanpa menjaga kebersihannya.
  • Mengalami peradangan pada kelopak mata, seperti blefaritis.

Bintitan biasanya ditandai dengan beberapa gejala, seperti:

  • Muncul benjolan kecil di kelopak mata.
  • Kelopak mata terasa nyeri saat disentuh.
  • Mata tampak merah dan bengkak.
  • Mata berair.
  • Sensasi mengganjal atau seperti ada benda asing di mata.
  • Pada beberapa kasus, benjolan dapat berisi nanah.

Sebagian besar bintitan dapat sembuh sendiri dalam beberapa hari hingga satu atau dua minggu. Untuk membantu mempercepat proses penyembuhan, beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

  • Mengompres mata dengan kain bersih yang telah dibasahi air hangat selama 10–15 menit, tiga hingga empat kali sehari.
  • Menjaga kebersihan tangan sebelum menyentuh area mata.
  • Menghindari memencet atau memecahkan benjolan karena dapat memperparah infeksi.
  • Tidak menggunakan riasan mata maupun lensa kontak hingga bintitan sembuh.

Apabila nyeri cukup mengganggu, penggunaan obat pereda nyeri dapat dipertimbangkan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Segera periksakan diri ke dokter apabila:

  • Bintitan tidak membaik setelah satu hingga dua minggu.
  • Bengkak semakin besar atau menyebar ke seluruh kelopak mata.
  • Penglihatan menjadi kabur atau terganggu.
  • Nyeri semakin berat atau disertai demam.
  • Bintitan sering kambuh.

Dokter dapat memberikan pengobatan seperti salep atau tetes antibiotik bila terdapat indikasi infeksi bakteri yang memerlukan terapi. Pada kondisi tertentu, tindakan medis mungkin diperlukan untuk mengeluarkan nanah.

Bintitan dapat dicegah dengan menerapkan kebiasaan hidup bersih, di antaranya:

  • Mencuci tangan secara rutin.
  • Tidak mengucek mata dengan tangan yang kotor.
  • Membersihkan wajah dan riasan mata sebelum tidur.
  • Mengganti kosmetik mata secara berkala.
  • Menjaga kebersihan lensa kontak sesuai petunjuk penggunaan.

Bintitan merupakan infeksi ringan pada kelopak mata yang umumnya dapat sembuh dengan perawatan sederhana di rumah, seperti kompres hangat dan menjaga kebersihan area mata. Meski demikian, apabila keluhan tidak kunjung membaik atau disertai gangguan penglihatan dan pembengkakan yang semakin parah, segera konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. Dengan menjaga kebersihan mata dan tangan, risiko terjadinya bintitan dapat diminimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....