Telur Ayam Ras dan Cabai Rawit Mengalami Kenaikan Signifikan di Nabire

  • 19 Jun 2026 09:05 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo, dalam arahannya sebelum melakukan pemantauan pasar, bertempat di Aula Dinas Ketahanan Pangan Nabire Rabu 17 Juni 2026, mengungkapkan bahwa pemantauan harga dan stok pangan dilakukan sebagai tindak lanjut atas adanya sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga di pasaran, seperti di Pasar Sentral Kalibobo Nabire, sejumlah pedangan, pemasok, maupun pengusaha Ayam petelur lokal Kabupaten Nabire.

“Komoditas yang menjadi perhatian utama saat ini adalah telur ayam ras, bawang merah, dan cabai rawit. untuk telur ayam ras, kondisi yang terjadi cukup unik karena stok di pasaran tergolong melimpah, namun harga jual masih berada di atas harga acuan pemerintah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah juga perlu melindungi peternak lokal agar tidak mengalami kerugian akibat melimpahnya pasokan telur dari luar daerah. Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Ketahanan Pangan bersama pihak terkait selama Mei 2026 terdapat sekitar 30, ton lebih telur yang masuk ke Nabire dari luar daerah, sedangkan hingga pertengahan Juni telah mencapai sekitar 14, ton.

“Kami mengingatkan agar kondisi yang terjadi di sejumlah daerah di Pulau Jawa, di mana peternak terpaksa membagikan telur secara gratis akibat kelebihan produksi dan anjloknya harga, agar tidak sampai terjadi di Kabupaten Nabire,” tegas Yasor Sawo.

Menanggapi laporan tersebut, Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Nabire yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, minta agar pemasukan telur dari luar daerah mulai dibatasi setelah dilakukan pendataan dan verifikasi terhadap kemampuan produksi peternak lokal.

Menurut Yulianus, pemerintah daerah harus memberikan perlindungan kepada peternak lokal yang selama ini telah berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat Nabire.

Ia meminta Dinas Ketahanan Pangan Nabire bersama instansi terkait menyiapkan langkah-langkah administratif, termasuk penyampaian surat kepada pihak pemasok, agar volume telur yang masuk ke Nabire dapat diminimalkan.

“Selain menjaga keberlangsungan usaha peternak lokal, pembatasan pasokan dari luar daerah juga dinilai penting untuk mencegah penumpukan stok yang berpotensi menurunkan kualitas produk di pasaran,” ujar Yulianus Pasang.

Ia juga menjelasakan bahwa pemantauan stok dan harga pangan yang dilakukan oleh tim ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah dalam memastikan ketersediaan pasokan menjaga stabilisasi harga bahan pokok, serta menekan inflasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....