Proses Pembuatan Tisu. Dari Serat Kayu Menjadi Produk Kebutuhan Sehari-hari

  • 31 Mei 2026 15:39 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Tisu merupakan salah satu produk yang hampir selalu digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari membersihkan tangan, mengelap wajah, hingga keperluan rumah tangga dan kesehatan, tisu menjadi barang yang praktis dan mudah digunakan. Di balik bentuknya yang sederhana, proses pembuatan tisu melibatkan teknologi dan tahapan produksi yang cukup panjang untuk menghasilkan produk yang higienis, lembut, dan aman digunakan.

Bahan utama pembuatan tisu adalah pulp atau bubur kertas yang berasal dari serat kayu. Selain kayu, beberapa produsen juga menggunakan bahan daur ulang atau campuran serat bambu sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Serat kayu yang umum digunakan berasal dari pohon yang memiliki pertumbuhan cepat, seperti akasia dan eucalyptus. Serat tersebut dipilih karena menghasilkan tekstur tisu yang lembut namun tetap kuat.

1. Pengolahan Pulp

Proses dimulai dengan mengolah kayu menjadi pulp atau bubur kertas. Kayu dipotong kecil-kecil, kemudian dimasak menggunakan bahan kimia tertentu untuk memisahkan serat dari lignin atau zat perekat alami pada kayu.

Setelah itu, pulp dicuci dan disaring untuk menghilangkan kotoran sehingga menghasilkan serat yang bersih.

2. Pemutihan Serat

Agar menghasilkan tisu berwarna putih dan bersih, pulp melalui proses pemutihan. Saat ini banyak industri menggunakan metode pemutihan yang lebih ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya.

3. Pembentukan Lembaran Tisu

Pulp yang telah bersih dicampur dengan air hingga membentuk larutan serat. Campuran tersebut kemudian dialirkan ke mesin pembentuk lembaran tipis.

Pada tahap ini, air dipisahkan secara bertahap hingga tersisa lembaran serat yang mulai menyerupai kertas tisu.

4. Pengeringan

Lembaran tisu yang masih mengandung kadar air tinggi kemudian dikeringkan menggunakan silinder pemanas berukuran besar. Proses ini bertujuan menghasilkan tisu yang ringan dan siap diproses lebih lanjut.

5. Pembentukan Tekstur

Untuk meningkatkan kelembutan dan daya serap, lembaran tisu diberi pola atau tekstur tertentu menggunakan rol khusus. Tahapan ini juga membuat tisu lebih nyaman saat digunakan.

6. Pemotongan dan Pengemasan

Setelah selesai diproses, tisu dipotong sesuai ukuran produk, baik tisu wajah, tisu makan, tisu gulung, maupun tisu dapur. Produk kemudian dikemas secara higienis sebelum didistribusikan ke pasar.

Saat ini terdapat berbagai jenis tisu yang diproduksi sesuai kebutuhan masyarakat, antara lain:

  • Tisu wajah (facial tissue)
  • Tisu toilet
  • Tisu makan (napkin)
  • Tisu dapur (kitchen towel)
  • Tisu basah
  • Tisu medis dan kesehatan

Masing-masing jenis memiliki karakteristik berbeda, seperti tingkat kelembutan, ketebalan, dan daya serap.

Meningkatnya penggunaan tisu turut mendorong perhatian terhadap aspek lingkungan. Oleh karena itu, banyak perusahaan mulai mengembangkan produk berbahan daur ulang dan menerapkan pengelolaan hutan berkelanjutan untuk menjaga ketersediaan bahan baku serta mengurangi dampak terhadap ekosistem.

Masyarakat juga diimbau menggunakan tisu secara bijak dan membuangnya pada tempat yang sesuai agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

Pembuatan tisu merupakan proses industri yang melibatkan berbagai tahapan, mulai dari pengolahan serat kayu menjadi pulp hingga pengemasan produk siap pakai. Dengan teknologi modern, tisu yang dihasilkan tidak hanya lembut dan higienis, tetapi juga semakin memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Sebagai produk yang digunakan setiap hari, tisu menjadi salah satu inovasi sederhana yang memberikan manfaat besar dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....