Pemprov PT Tegaskan Pentinya Data SDMK Perkuat Pelayanan Kesehatan

  • 22 Mei 2026 20:07 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Papua Tengah Victor Fun saat membuka kegiatan koordinasi penyiapan data SDMK dan data rencana kebutuhan SDMK tingkat Provinsi Papua Tengah, yang degelar Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Papua Tengah bertempat di Hotel Yaor Kalibobo Nabire Rabu 20 Mei 2025. Mengatakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegasakan data yang akurat dalam perencanaan sumber daya manusia kesehatan (SDMK) guna memperkuat pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Papua Tengah sangatlah penting.

Ia juga menekaknkan bahwa sektor kesehatan tidak bisa dibangun dengan pendekatan biasa karena menyangkut kualitas hidup masyarakat.

“Kesehatan adalah fondasi utama pembangunan manusia. Karena itu penyediaan tenaga kesehatan yang cukup, merata, dan berkualitas menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Victor Fun mengatakan , Papua Tengah masih menghadapi kekurangan tenaga kesehatan di berbagai fasilitas layanan kesehatan, baik rumah sakit maupun puskesmas.

“Dari 148 puskesmas yang ada di Papua Tengah, hanya sebagian kecil yang memiliki kelengkapan sembilan jenis tenaga kesehatan sesuai standar nasional,” ungkapnya.

Menurut Victor, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak agar pembangunan kesehatan di Papua Tengah berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

Ia meminta seluruh dinas kesehatan kabupaten, rumah sakit, dan pemangku kepentingan benar-benar serius melakukan pemutakhiran data tenaga kesehatan.

“Pastikan data yang dimasukkan benar, valid, dan sesuai kondisi lapangan. Sebab keputusan yang baik hanya bisa lahir dari data yang baik,” tegasnya.

Pada kesempatan itu Ia juga menyoroti pentingnya transformasi digital kesehatan melalui integrasi data menggunakan aplikasi SIM SDMK dan platform Satu Sehat.

Menurutnya, Papua Tengah tidak boleh tertinggal dalam transformasi pelayanan kesehatan berbasis teknologi.

“Kita ingin memastikan masyarakat di daerah terpencil seperti Intan Jaya, Puncak, Paniai, Deiyai, Dogiyai hingga Mimika mendapatkan pelayanan kesehatan yang sama dan berkualitas,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....