Anak-Anak Tunawisma di Kabupaten Nabire Butuh Perhatian Serius Semua Pihak
- 30 Apr 2026 01:27 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire – RRI.CO.ID, Nabire – Ketua Yayasan Siloam Kalibobo Nabire, Amos Yeninar, dalam keterangannya kepada RRI Rabu 29 April 2026 menegasakan bahwa, anak-anak Tunawisma di Kabupaten Nabire, atau yang lebih dikenal dengan anak-anak Aibon, sangat membutuhkan perhatian semua pihak.
“Jika mereka ini tidak di tangani atau di perhatikan dengan serius, maka di prediksi jumlah mereka akan terus bertambah, untuk itu diharapakan baik masyarakat, Pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya, agar segera menyelamatkan generasi penerus bangsa,” ungkapnya.
Ia lanjut menjelasakan bahwa, penyalahgunaan lem aibon pada kalangan generasi muda di Kabupaten Nabire cukp tinggi, dan damapak menghirup lem Aibon terhadap kesehatan adalah dapat merusak sel – sel saraf otak, kerusakan organ paru – paru, jantung, ginjal, hati dan bahkan gangguan jiwa yang dapat mengakibatkan kematian.
“Selain itu, mereka yang sudah kecanduan lem aibon akan melakukan segala cara untuk dapat membeli lem tersebut dengan cara mencuri atau minta – minta kepada para pembeli yang datang ke took, jumlah mereka diprediksi akan terus bertambah jika tidak segera direspon, ditindak lanjuti, dan harus ada kesepakatan atau keputusan yang dibuat muali dari pemerintah , tokoh agama, masyarakat, adat , tokoh pemuda dan dinas terkait serta TNI/POLRI,” ujarnya.
Menurut Amos Yeninar, anak-anak Tunawisma di Kabupaten Nabire, adalah individu di bawa umur yang tidak memiliki tempat tinggal tetap, aman, dan memadai.
“Mereka sering terpaksa tidur di jalanan, pinggiran toko, terminal, atau tempat penampungan sementara. Kondisi ini seringkali berakar dari kemiskinan ekstrem, kekerasan rumah tangga, atau perpecahan keluarga,” tutupnya.

“Jika mereka ini tidak di tangani atau di perhatikan dengan serius, maka di prediksi jumlah mereka akan terus bertambah, untuk itu diharapakan baik masyarakat, Pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya, agar segera menyelamatkan generasi penerus bangsa,” ungkapnya.
Ia lanjut menjelasakan bahwa, penyalahgunaan lem aibon pada kalangan generasi muda di Kabupaten Nabire cukp tinggi, dan damapak menghirup lem Aibon terhadap kesehatan adalah dapat merusak sel – sel saraf otak, kerusakan organ paru – paru, jantung, ginjal, hati dan bahkan gangguan jiwa yang dapat mengakibatkan kematian.
“Selain itu, mereka yang sudah kecanduan lem aibon akan melakukan segala cara untuk dapat membeli lem tersebut dengan cara mencuri atau minta – minta kepada para pembeli yang datang ke took, jumlah mereka diprediksi akan terus bertambah jika tidak segera direspon, ditindak lanjuti, dan harus ada kesepakatan atau keputusan yang dibuat muali dari pemerintah , tokoh agama, masyarakat, adat , tokoh pemuda dan dinas terkait serta TNI/POLRI,” ujarnya.
Menurut Amos Yeninar, anak-anak Tunawisma di Kabupaten Nabire, adalah individu di bawa umur yang tidak memiliki tempat tinggal tetap, aman, dan memadai.
“Mereka sering terpaksa tidur di jalanan, pinggiran toko, terminal, atau tempat penampungan sementara. Kondisi ini seringkali berakar dari kemiskinan ekstrem, kekerasan rumah tangga, atau perpecahan keluarga,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....