Petani Buah di Nabire Memasuki Masa Panen

  • 29 Apr 2026 11:23 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Sejumlah petani di Kabupaten Nabire Papua Tengah, April 2026 mulai memasuki musim panen buah. Berbagai tanaman buah yang banyak dipanen, yakni rambutan dan durian berbagai jenis, selain tanaman buah lainnya yang rutin dipanen karena tidak mengenal musim, seperti klengkeng, jeruk, nangka dan lainnya.

Ninik Kasiyani petani buah di Legari Distrik Makimi Kabupaten Nabire, mengatakan tahun ini, tanaman buah banyak yang berbuah seperti rambutan dan durian, walau tidak semua pohon durian miliknya berhasil berbuah hingga panen. "Pohon durian saya yang jenis Montong dan Musang King tapi tidak semua yang jadi, banyak bunganya yang gugur saat hujan," ujarnya saat dihubungi, Rabu, 29 April 2026.

Ia menjelaskan, beberapa pohon durian jenis Montong dan Musang King miliknya karena masih sering hujan sehingga saat berbunga banyak bunga durian yang gugur. "Panen durian ada tapi tidak banyak, kalau ada yang beli, saya langsung suruh buka buah duriannya, kalau rasanya kurang manis maka tidak usah bayar atau saya gantikan dengan buah durian lainnya," ucapnya.

Ninik Kasiyani menambahkan, panen buah rambutan tahun ini cukup banyak, pohon rambutannya yang berjumlah 24 pohon berbuah semua. "Jenis rambutan saya punya ini rambutan Binjai dan Lebak Bulus, sudah panen 1 ton, dan sudah dipesan pelanggan, tapi masih ada yang belum dipanen, saya simpan 2 pohon itu untuk pelanggan," imbuhnya.

Selain kebun rambutan dan durian, Ninik Kasiyani juga memiliki kebun klengkeng dan jeruk manis yang rutin dipanen setiap kelengkeng dan jeruknya sudah siap dipetik. "Harga kelengkeng perkilo itu 55 ribu rupiah, kalau jeruk sekilo 8 ribu rupiah, pelanggan petik sendiri, tapi sekarang jeruk sudah habis dibeli pelanggan, masih mengkal sudah diborong," ungkapnya.

Luas kebun milik Titik Kasiyani, tenaga kerja 2 orang, sedangkan biaya pemupukan mencapai pertahun mencapai belasan juta rupiah. "Untuk pupuk, saya menggunakan pupuk bersubsidi jenis Ponska dan Urea jumlahnya 80 karung, kelompok tani saya juga mendapat pupuk bersubsidi dapat, jadi biaya operasional masih murah," tuturnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....