Warga Nabire Dihimbau Tidak Lagi Merusak Hutan Bakau, tetapi Ikut Melestarikan

  • 25 Apr 2026 22:18 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire, Arfan Natan Palumpun, ST,MT., kepada RRI Sabtu 25 April 2026 mengajak seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Nabire, untuk ikut berperang aktif menjaga kebersihan Kota Nabire, mauapun ikut melestarikan hutan bakau.

Dikatakan, terkait sejumlah program yang akan dilakukan DLH di Tahun ini untuk penanganan sampah yanga mana salah satunya akan terus mengkampanyekan tentang jaga lingkungan, terutama bagaimana untuk mengatasi sampah di Kabupaten Nabire.

“Terkait perubahan iklim, DLH Kabupaten Nabire bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait salah satunya Lanal Nabire, untuk melakukan pemantauan hutan bakau yang dinilai menjadi potensi penghasil Co2 terbesar. Menurut Arfan Palumpun, ada sejumlah objek wisata khususnya yang berada di pesisir pantai Nabire yang memiliki hutan-hutan bakau, namun sangat di sayangkan, banyak hutan bakau yang telah dirusak,”ucapnya.

Untuk itu diharapkan bagi pemilik, atau pengelola objek wisata apabila terdapat hutan manggrove jangan di rusak. salah satu program Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nabire di tahun ini yakni akan melakukan penanaman manggrove di sejumlah tempatkan di Daerah yang telah terjadi abrasi, di pesisir pantai nabire.

Sementara itu Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Wahana Kelestarian Alam Papua (LSM Wakera) Pice Musendi, mengatakan Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah Juga memiliki hutan mangrov hamir di pesisir pantai, namun ada beberap titik yang dinilai telah di rusak atau di alifungsikan, mejadi tambak ikan, perkebunan, pemukiman dan lain sebagainya.

“Terkait kerusakan hutan mangrove disejumlah titik di Nabire, Pihak LSM Wakera berusaha memdorong dan memotivasi masyarakat yang telah memiliki kepedulian untuk turut bekersama dalam upaya melestarikan mangrove dan menyelamatkan pesisir pantai yang terkena dampak abrasi air laut,”ujarnya.

Keberadaan hutan manggrove sangat bermanfaat, baik dari segi ekonomis, fisik, maupun dari segi ekologis. Kini hutan mangrove semakin sedikit akibat penebagan oleh oknum-oknum yang tidak tahu akan pentingnya pohon tersebut. Hutan mangrove atau yang akarab disebut hutan bakau ialah hutan yang tumbuh di atas rawa, yang terletak di garis pantai. Hutan mangrove memiliki peranan yang sangat bermanfaat bagi penduduk sekitar pantai dan lain sebagainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....