Masyarakat Diajak Melestarikan Noken Sebagai Warisan Budaya Papua
- 13 Apr 2026 00:21 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Noken atau tas rajutan, telah menjadi souvenir wajib bagi siapapun yang berkunjung ke Papua. bahkan noken telah menjadi busana atau baju yang wajib digunakan oleh ASN di tanah Papua, pada hari-hari tertentu.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Nabire, Martina Deba, kepada RRI Sabtu 11 April 2026 mengatakan, noken telah diakui sebagai warisan budaya dunia oleh Badan PBB UNESCO. Dari noken inilah, mama-mama Papua pengrajut noken bisa menyekolahkan anak mereka dan menghidupi keluarganya.
“Noken oleh mama-mama Papua sering ditemui di wilayah Meepago (Papua Tengah) Termasuk di Nabire. Saya merasa bangga dengan mama-mama Papua, terkadang sambil menunggu dagangan yang dijual di pasar laku, mama-mama Papua mengisi waktu mereka dengan merajut noken. Kegiatan merajut pun dilakukan saat beristirahat di kebun maupun mengisi waktu santai di rumah,” jelasnya.
Ia lanjut menjelasakan di Nabire, mama-mama penjual noken dapat ditemui berjualan di pinggiran jalan di dalam kota Nabire. butuh perjuangan dalam berjualan. setiap saat terkena debu kendaraan, terik matahari dan segera berkemas saat mulai mendung.
Pada kesempatan itu Martina Deba, mengajak seluruh lapisan masyarakat di Papua tengah, untuk mencintai dan melestarikan noken sebagai warisan budaya orang asli Papua.
“Untuk diketahui bersama bahwa Noken adalah multi fungsi yang perlu diwariskan dan dijaga, karena noken juga digunakan oleh mama-mama Papua khususnya di pegunungan untuk membawa bayi, kemudian digunakan untuk membawa atau mengisi segala jenis bahan makanan, dan lain sebagainya, itulah uniknya noken,” tutup Martina Deba.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....