Asal-Usul Pisang, Berawal dari Pisang Hutan Berbiji hingga Jadi Buah Favorit Dunia

  • 26 Mar 2026 18:01 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Pisang menjadi salah satu buah paling populer di dunia, termasuk di Indonesia. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa buah ini awalnya berasal dari jenis liar yang sangat berbeda dengan pisang yang dikonsumsi saat ini.

Secara ilmiah, pisang modern merupakan hasil domestikasi dari spesies liar seperti Musa acuminata dan Musa balbisiana. Kedua jenis pisang hutan ini memiliki biji besar dan keras, sehingga sulit untuk dimakan.

Pada awalnya, pisang tumbuh liar di kawasan Asia Tenggara, termasuk wilayah Indonesia. Buah dari Musa acuminata memiliki daging yang tipis dengan biji besar yang mendominasi isi buah.

Kondisi ini jauh berbeda dengan pisang modern yang memiliki daging tebal dan hampir tidak berbiji. Pisang hutan berbiji lebih banyak dimanfaatkan secara terbatas oleh manusia pada masa lampau.

Perubahan besar terjadi ketika manusia mulai memilih dan membudidayakan pisang dengan karakter tertentu, seperti daging buah yang lebih tebal dan biji yang lebih kecil.

Melalui proses seleksi alami dan persilangan antara Musa acuminata dan Musa balbisiana, lahirlah varietas pisang tanpa biji yang kita kenal saat ini. Proses ini berlangsung selama ribuan tahun, menjadikan pisang sebagai salah satu tanaman budidaya tertua di dunia.

Dari Asia Tenggara, pisang kemudian menyebar ke berbagai wilayah dunia melalui perdagangan dan migrasi manusia. Pisang mulai dikenal di Afrika, Timur Tengah, hingga akhirnya ke Amerika dan Eropa. Kini, pisang menjadi komoditas global dengan berbagai varietas, mulai dari pisang konsumsi hingga pisang olahan.

Pisang tanpa biji memiliki sejumlah keunggulan, seperti lebih mudah dikonsumsi, rasa yang lebih manis, serta tekstur yang lembut. Selain itu, buah ini juga kaya akan nutrisi seperti kalium, vitamin C, dan serat.

Namun, karena berkembang secara vegetatif (tanpa biji), pisang modern memiliki keragaman genetik yang terbatas. Hal ini membuatnya rentan terhadap penyakit tertentu.

Para peneliti menekankan pentingnya menjaga keberadaan pisang liar seperti Musa acuminata sebagai sumber genetik. Jenis liar ini dapat menjadi kunci dalam pengembangan varietas pisang yang lebih tahan terhadap hama dan perubahan iklim.

Sejarah panjang pisang menunjukkan bagaimana campur tangan manusia mampu mengubah tanaman liar menjadi sumber pangan utama. Dari pisang hutan berbiji hingga buah manis tanpa biji, perjalanan ini menjadi bagian penting dari perkembangan pertanian dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....