Ikan Sapu-Sapu Kian Marak, Ini Bahaya yang Perlu Diwaspadai

  • 26 Mar 2026 17:30 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Keberadaan ikan sapu-sapu atau yang dikenal sebagai ikan sapu-sapu semakin banyak ditemukan di berbagai perairan Indonesia. Ikan yang awalnya populer sebagai pembersih akuarium ini kini justru menjadi ancaman serius bagi ekosistem dan aktivitas masyarakat.

Ikan sapu-sapu merupakan jenis ikan air tawar yang berasal dari Amerika Selatan. Spesies ini memiliki kemampuan bertahan hidup yang tinggi, bahkan di perairan yang tercemar sekalipun. Hal tersebut membuat populasinya berkembang pesat setelah dilepas ke alam bebas.

Para ahli lingkungan menyebutkan bahwa ikan sapu-sapu bersifat invasif. Mereka dapat mendominasi habitat dan menggeser populasi ikan lokal. Dengan memakan alga, telur ikan, hingga organisme kecil lainnya, ikan ini mengganggu rantai makanan alami di sungai dan danau.

Selain itu, ikan sapu-sapu juga dikenal membuat lubang di dasar sungai untuk berkembang biak. Aktivitas ini berpotensi merusak struktur tanah di bantaran sungai dan meningkatkan risiko erosi.

Meski berukuran cukup besar, ikan sapu-sapu tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi secara luas. Hal ini karena ikan tersebut sering hidup di perairan kotor dan berpotensi mengandung logam berat atau zat berbahaya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan toksin dan bakteri pada ikan sapu-sapu bisa berdampak buruk bagi kesehatan manusia jika tidak diolah dengan benar.

Bagi nelayan tradisional, keberadaan ikan ini juga menjadi masalah. Jaring yang dipasang sering kali justru dipenuhi ikan sapu-sapu yang tidak memiliki nilai jual tinggi, sehingga mengurangi hasil tangkapan ikan konsumsi. Di sejumlah daerah, populasi ikan lokal bahkan menurun akibat kalah bersaing dengan ikan sapu-sapu dalam mendapatkan makanan dan ruang hidup.

Pemerintah dan komunitas lingkungan mengimbau masyarakat untuk tidak melepas ikan peliharaan ke perairan umum. Selain itu, diperlukan upaya pengendalian populasi secara berkala agar dampak kerusakan lingkungan dapat diminimalkan.

Edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya spesies invasif seperti ikan sapu-sapu. Tanpa penanganan yang serius, keberadaan ikan ini dikhawatirkan akan terus merusak keseimbangan ekosistem perairan di Indonesia.

Dengan berbagai dampak yang ditimbulkan, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menjaga lingkungan, termasuk tidak sembarangan membuang atau melepas ikan ke alam bebas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....