Mengelola Sayur Jantung Pisang agar Tidak Bergetah dan Pahit

  • 28 Feb 2026 11:48 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Jantung pisang menjadi salah satu bahan makanan tradisional yang kaya manfaat dan mudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Meski memiliki cita rasa khas dan tekstur unik, banyak orang enggan mengolahnya karena getahnya yang lengket serta rasa pahit yang muncul jika tidak ditangani dengan benar.

Padahal, dengan teknik pengolahan yang tepat, jantung pisang bisa diolah menjadi sayur lezat seperti gulai, tumis, hingga urap.

  • Pilih Jantung Pisang yang Tepat

Langkah pertama adalah memilih jantung pisang yang masih muda dan segar. Ciri-cirinya berwarna merah keunguan cerah, tidak layu, dan terasa padat saat ditekan. Jantung pisang dari jenis pisang kepok atau pisang batu biasanya lebih sering digunakan untuk sayur.

  • Kupas hingga Bagian Putih Bersih

Kupas lapisan luar yang berwarna merah tua hingga menemukan bagian dalam yang berwarna lebih muda dan lembut. Bagian inilah yang biasanya digunakan untuk diolah menjadi masakan.

Rendam dengan Air Garam atau Air Asam

Untuk mengurangi getah dan mencegah warna menghitam, irisan jantung pisang sebaiknya langsung direndam dalam air garam atau air yang diberi sedikit perasan jeruk nipis. Proses perendaman ini juga membantu mengurangi rasa pahit.

  • Rebus Dua Kali

Agar lebih bersih dari getah, rebus irisan jantung pisang selama 10–15 menit, lalu tiriskan dan buang air rebusannya. Setelah itu, rebus kembali dengan air baru hingga teksturnya empuk. Cara ini efektif mengurangi rasa sepat.

  • Peras Sebelum Dimasak

Setelah direbus, peras jantung pisang untuk mengeluarkan sisa air dan getah. Langkah ini penting agar bumbu mudah meresap saat dimasak.

  • Tambahkan Bumbu yang Tepat

Gunakan bumbu rempah seperti bawang merah, bawang putih, lengkuas, daun salam, dan santan agar cita rasa semakin gurih dan nikmat. Jantung pisang juga cocok dipadukan dengan ikan teri atau udang untuk menambah kelezatan.

Dengan teknik yang benar, sayur jantung pisang tidak lagi terasa pahit dan berlendir. Selain lezat, bahan pangan ini juga dikenal mengandung serat tinggi yang baik untuk pencernaan. Mengolahnya dengan tepat bukan hanya meningkatkan cita rasa, tetapi juga menjaga nilai gizinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....