Kutu Beras, Dari Mana Sebenarnya Berasal? Ini Penjelasan Ilmiahnya
- 24 Feb 2026 17:24 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Hampir semua rumah tangga pernah mengalaminya: beras yang disimpan lama tiba-tiba muncul kutu kecil berwarna cokelat yang bergerak aktif di antara butiran. Banyak orang mengira kutu beras datang dari luar, tapi faktanya, hewan kecil ini sudah ada di dalam beras itu sendiri sejak awal.
Kutu beras dikenal secara ilmiah dengan nama Sitophilus oryzae, termasuk jenis serangga hama gudang yang umum ditemukan di Asia. Serangga ini berukuran sangat kecil, sekitar 2 sampai 3 milimeter, berwarna cokelat gelap, dan memiliki moncong panjang khas kumbang.
Menurut penelitian dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (BRIN), kutu beras berasal dari telur yang diletakkan oleh induknya di dalam bulir beras atau gabah. Betina dewasa menggigit sedikit permukaan beras, meletakkan telurnya, lalu menutup lubang itu kembali dengan lapisan tipis. Telur tersebut berkembang menjadi larva dan hidup di dalam butir beras tanpa terlihat.
Ketika suhu dan kelembapan cukup tinggi, biasanya di ruang penyimpanan yang tertutup rapat, telur menetas dan kutu keluar dari bulir beras untuk mencari makanan baru. Inilah sebabnya mengapa kutu bisa muncul “tiba-tiba” meski beras tidak pernah terpapar udara luar.
Kutu beras umumnya tidak berbahaya bagi manusia, tetapi dapat menurunkan kualitas dan aroma beras, karena proses metabolisme mereka menyebabkan beras lembap dan berbau apek. Jika populasinya banyak, beras bisa cepat rusak atau berubah warna. Untuk mencegahnya, para ahli menyarankan cara penyimpanan sederhana.
1. Simpan beras di wadah tertutup rapat dan tempat sejuk.
2. Jemur atau angin-anginkan beras secara berkala agar kelembapan turun.
3. Tambahkan daun salam, daun jeruk, atau bawang putih kering untuk mengusir kutu secara alami.
4. Jangan mencampur beras baru dengan stok lama.
Kutu beras dapat bertahan hidup hingga lima bulan, dan satu ekor betina mampu bertelur lebih dari 300 butir sepanjang hidupnya. Karena itulah kebersihan dan sirkulasi udara di tempat penyimpanan sangat menentukan.
Kehadiran kutu beras memang mengganggu, namun memahami asal-usulnya membantu masyarakat mengelola bahan pangan dengan lebih cermat. Jadi, bukan kutu yang datang ke beras, melainkan beras itu sendiri yang menyimpan kehidupan kecil di dalamnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....