Bunga Kelelawar, Si Cantik Hitam Misterius dari Hutan Tropis

  • 24 Feb 2026 17:21 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Dari hutan lembap Asia Tenggara hingga kebun tropis di Papua, tumbuh bunga unik yang kerap menarik perhatian karena bentuknya yang menyeramkan sekaligus menawan, yaitu bunga kelelawar (Tacca chantrieri). Dengan kelopak hitam pekat dan sulur panjang menjuntai, bunga ini seolah menyerupai wajah kelelawar yang sedang terbang di malam hari.

Tanaman eksotis ini berasal dari kawasan tropis seperti Thailand, Malaysia, dan sebagian Indonesia, termasuk wilayah Papua dan Sulawesi. Dalam bahasa Inggris disebut bat flower, bunga ini tumbuh di daerah teduh dengan kelembapan tinggi dan tanah gembur.

Menurut penjelasan peneliti botani dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bunga kelelawar memiliki struktur yang sangat unik. Kelopaknya berwarna hitam keunguan atau cokelat gelap dengan benang sari panjang menyerupai kumis kelelawar yang bisa mencapai 30 sentimeter. Bagian tengah bunganya berbentuk seperti sayap terbuka, menambah kesan misterius sekaligus eksotik.

Selain keindahannya yang langka, bunga kelelawar juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Di pasar tanaman hias, satu pot Tacca chantrieri bisa dijual dengan harga mencapai Rp500 ribu hingga Rp1 juta, terutama di kalangan kolektor tanaman eksotis.

Namun, menanam bunga ini tidak mudah. Ia membutuhkan lingkungan lembap, suhu stabil, dan cahaya tidak langsung. Jika terlalu panas atau kering, bunganya mudah layu dan daunnya menguning. Karena itu, bunga kelelawar sering dijuluki sebagai primadona hutan tropis yang anggun tapi sensitif.

Dengan perpaduan keunikan bentuk, mitos lokal, dan nilai konservasi, bunga kelelawar menjadi simbol kekayaan alam Indonesia yang memikat, bukti bahwa keindahan sejati tak selalu datang dalam warna yang terang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....