Cacing Hammerhead, Si Pemangsa Lendir yang Mengancam Ekosistem Tanah
- 24 Feb 2026 16:48 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Fenomena kemunculan cacing hammerhead di berbagai wilayah tropis dan subtropis mulai menarik perhatian para ilmuwan. Cacing unik dengan bentuk kepala menyerupai palu ini bukan sekadar aneh, tetapi juga berpotensi menjadi ancaman bagi ekosistem tanah.
Cacing hammerhead, atau dikenal secara ilmiah sebagai Bipalium kewense, merupakan jenis planaria darat yang berasal dari Asia Tenggara. Kini, spesies ini telah menyebar ke banyak negara, termasuk Amerika, Eropa, dan Australia, melalui perdagangan tanaman dan tanah pot.
Ciri khasnya adalah kepala pipih berbentuk seperti palu, panjang tubuh bisa mencapai 40 sentimeter, dan permukaannya berlendir dengan warna cokelat keemasan atau bergaris gelap. Walaupun tampak menarik, cacing ini adalah pemangsa ganas cacing tanah lokal yang memiliki peran penting dalam menyuburkan tanah.
Menurut laporan Smithsonian Institution, cacing hammerhead mengeluarkan racun tetrodotoksin, zat beracun yang juga ditemukan pada ikan buntal, untuk melumpuhkan mangsanya. Setelah itu, ia mencerna korbannya menggunakan enzim pencernaan eksternal, sebelum menyerap sari makanan secara perlahan.
Cacing ini tergolong invasif karena menyebar cepat dan sulit dikendalikan. Ia memangsa cacing tanah asli yang membantu proses aerasi tanah, sehingga dapat mengganggu kesuburan ekosistem.
Meski tergolong predator kecil, penyebaran Bipalium kewense menjadi peringatan penting tentang dampak globalisasi terhadap lingkungan. Kita sering membawa tanah atau tanaman dari luar negeri tanpa sadar membawa spesies asing yang bisa mengubah keseimbangan alam.
Upaya pengendalian saat ini masih terbatas pada pemantauan lingkungan dan pengelolaan manual, karena tidak ada pestisida khusus yang efektif tanpa merusak ekosistem tanah.
Kemunculan cacing hammerhead menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap alam tak selalu datang dari hewan besar atau buas, tetapi juga dari makhluk kecil yang sulit terlihat, namun berpengaruh besar terhadap keseimbangan bumi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....