Gempa Biak 1996: 8,2 Mw yang Mengguncang Papua

  • 18 Feb 2026 07:32 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Pada tahun 1996, tepatnya pada 17 Februari, Pulau Biak dan sekitarnya di Provinsi Papua, Indonesia, mengalami salah satu bencana alam terburuk dalam sejarah modern wilayah tersebut. Gempa bumi berkekuatan 8,2 Mw mengguncang wilayah ini, dengan skala intensitas Mercalli maksimum VIII, yang tergolong parah. Guncangan dahsyat ini tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menimbulkan gelombang tsunami yang memperparah dampak bencana.

Gempa Biak 1996 menelan korban jiwa yang cukup besar. Sebanyak 166 orang dilaporkan tewas atau hilang, sementara 423 lainnya mengalami luka-luka. Ribuan rumah, fasilitas umum, dan sarana transportasi mengalami kerusakan berat, sehingga menyulitkan proses evakuasi dan bantuan bagi para korban.

Penyebab gempa ini berasal dari aktivitas lempeng tektonik di wilayah Indonesia bagian timur, khususnya pergerakan Lempeng Papua dan Lempeng Pasifik. Wilayah ini memang dikenal rawan gempa karena letaknya yang berada di “Cincin Api Pasifik”, jalur dengan aktivitas seismik dan vulkanik yang tinggi.

Selain menimbulkan kerugian manusia dan material, gempa ini juga memberikan pelajaran penting bagi mitigasi bencana di Papua. Upaya kesiapsiagaan, pembangunan rumah tahan gempa, dan sistem peringatan tsunami menjadi perhatian utama pasca-bencana. Tragedi ini menjadi pengingat betapa pentingnya kesadaran akan risiko bencana alam, terutama di wilayah yang rawan gempa dan tsunami.

Bencana gempa Biak 1996 tetap dikenang sebagai momen penting dalam sejarah Papua, sekaligus menjadi peringatan bagi Indonesia untuk terus meningkatkan mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....