Tsunami Maluku 1674, Jejak Bencana Besar Nusantara

  • 18 Feb 2026 07:33 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Sejarah kebencanaan Indonesia mencatat peristiwa tsunami besar yang melanda wilayah Maluku pada abad ke-17. Tsunami tersebut terjadi pada 17 Februari 1674 dan berdampak luas di Pulau Ambon serta kawasan pesisir sekitarnya. Peristiwa ini dikenal sebagai Tsunami Maluku 1674 dan menjadi salah satu tsunami paling awal yang terdokumentasi secara jelas di Nusantara.

Tsunami Maluku 1674 dipicu oleh gempa bumi berkekuatan sangat besar yang terjadi di kawasan Laut Banda. Wilayah ini merupakan zona pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif, sehingga memiliki potensi tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami. Guncangan kuat menyebabkan pergeseran dasar laut yang kemudian memicu gelombang tsunami ke daratan.

Gempa bumi dan megatsunami Ambon 1674 terjadi pukul 19:30 dan 20:00 waktu setempat . Gempa ini berkekuatan Mw 6.8. Tsunami mempunyai ketinggian sebesar 100 meter (330 kaki) di Pulau Ambon, sehingga gelombang tsunami tersebut terlalu besar untuk sebuah ukuran gempa itu sendiri. Tsunami ini menewaskan lebih dari 2.000 orang. Tsunami ini adalah tsunami pertama di Indonesia yang terdokumentasi secara rinci oleh catatan Hindia Belanda dan tsunami terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah di Indonesia yang dipicu oleh longsoran bawah laut.

Dalam berbagai catatan sejarah, gelombang tsunami dilaporkan menyapu permukiman pesisir dengan daya rusak besar. Sejumlah desa hancur, perahu nelayan terlempar ke darat, serta lahan pertanian rusak. Korban jiwa diperkirakan mencapai ribuan orang, meskipun angka pasti sulit dipastikan karena keterbatasan data pada masa tersebut. Wilayah Maluku yang didominasi pulau-pulau kecil membuat dampak tsunami terasa luas dan mematikan, terutama bagi masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup pada laut.

Keabsahan peristiwa ini diperkuat oleh catatan Georg Eberhard Rumphius, seorang ilmuwan Jerman-Belanda yang menetap di Ambon saat kejadian. Catatan Rumphius menjadi sumber primer penting dan hingga kini digunakan oleh sejarawan serta peneliti kebencanaan dalam menelusuri sejarah tsunami di Indonesia.

Dalam kajian kebencanaan modern, peristiwa Tsunami Maluku 1674 juga kerap dirujuk sebagai bukti bahwa ancaman tsunami di Indonesia telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Meskipun terjadi lebih dari tiga abad lalu, tsunami ini tetap relevan sebagai pelajaran berharga dalam membangun ketangguhan bencana di Indonesia.

Tsunami Maluku 1674 menjadi pengingat penting bahwa pemahaman sejarah bencana merupakan bagian dari upaya pengurangan risiko bencana. Edukasi kebencanaan, penataan wilayah pesisir, serta sistem peringatan dini menjadi langkah strategis untuk meminimalkan dampak bencana serupa di masa mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....