Hari PAFI 13 Februari, Begini Sejarahnya

  • 18 Feb 2026 07:36 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Setiap tanggal 13 Februari, insan farmasi di seluruh Indonesia memperingati Hari Persatuan Farmasi Indonesia. Momentum ini menandai berdirinya Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) pada 13 Februari 1946, sebagai organisasi profesi farmasi pertama di Tanah Air. Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi refleksi atas kontribusi besar tenaga teknis kefarmasian dalam mendukung sistem kesehatan nasional.

PAFI lahir pada masa awal kemerdekaan Indonesia. Di tengah situasi bangsa yang masih berjuang mempertahankan kedaulatan, para tenaga farmasi menyadari pentingnya wadah organisasi untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan profesionalisme.

Sejak berdiri, PAFI berkomitmen untuk mengembangkan kompetensi tenaga teknis kefarmasian, meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian, mendukung kebijakan kesehatan nasional dan berperan aktif dalam edukasi penggunaan obat yang rasional. Organisasi ini kemudian berkembang dan memiliki kepengurusan di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sistem kesehatan, tenaga farmasi memiliki peran vital yang sering kali berada di balik layar. Mereka bertanggung jawab dalam pengelolaan dan distribusi obat, peracikan serta penyiapan obat sesuai standar, edukasi kepada masyarakat tentang penggunaan obat yang benar dan mendukung pelayanan di rumah sakit, apotek, puskesmas, hingga industri farmasi. Saat pandemi COVID-19, misalnya, tenaga farmasi berada di garda depan dalam memastikan ketersediaan obat, alat kesehatan, serta mendukung program vaksinasi nasional.

Memasuki era digital dan perkembangan teknologi kesehatan, profesi farmasi menghadapi berbagai tantangan baru. Transformasi sistem layanan kesehatan, perkembangan obat berbasis bioteknologi, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan obat menuntut tenaga farmasi untuk terus meningkatkan kompetensi. PAFI pun mendorong anggotanya untuk adaptif terhadap inovasi, termasuk pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan kefarmasian.

Hari Persatuan Farmasi Indonesia menjadi momen penting untuk memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga teknis kefarmasian yang telah berkontribusi menjaga kualitas pelayanan kesehatan. Lebih dari sekadar peringatan, 13 Februari adalah pengingat bahwa peran farmasi sangat strategis dalam mewujudkan sistem kesehatan yang kuat, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....