5 Februari Pekabaran Injil, Makna dan Sejarahnya

  • 04 Feb 2026 19:55 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Setiap 5 Februari umat Kristiani di Tanah Papua memperingati Hari Pekabaran Injil atau masuknya Injil pertama kali ke wilayah ini. Peringatan ini bukan hanya sekadar hari peringatan, tetapi juga menjadi momen kebersamaan, syukur, dan refleksi atas sejarah panjang perjalanan iman di salah satu bagian paling timur Indonesia.

Tanggal 5 Februari 1855 menjadi tonggak penting dalam sejarah Kristen di Papua. Pada hari itu, dua misionaris asal Jerman, Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler, tiba di Pulau Mansinam, dekat Manokwari di Provinsi Papua Barat, dan mulai memberitakan Injil kepada masyarakat setempat. Peristiwa ini kemudian menjadi awal penyebaran Kekristenan di tanah Papua.

Karena makna historisnya, 5 Februari ditetapkan sebagai Hari Pekabaran Injil dan menjadi hari libur khusus atau libur fakultatif di sejumlah wilayah di Provinsi Papua dan Papua Barat agar umat Kristiani dapat mengikuti ibadah dan berbagai kegiatan rohani.

Peringatan Hari Pekabaran Injil memiliki makna spiritual dan budaya yang mendalam bagi komunitas kristiani di Papua. Beberapa makna pentingnya antara lain:

  • Menghargai Sejarah Iman: Peringatan ini menjadi kesempatan mengenang jasa para misionaris dan awal mula masuknya Kekristenan di Papua, yang kemudian menjadi fondasi kehidupan rohani masyarakat kristiani di berbagai daerah.
  • Syukur dan Ibadah: Umat Kristen di berbagai gereja mengadakan ibadah syukur, refleksi iman, dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan atas anugerah dan pertumbuhan iman selama berabad‑abad.
  • Mempererat Kebersamaan: Perayaan ini juga menjadi momen untuk mempererat hubungan antarumat beragama, memperkuat nilai toleransi, serta menumbuhkan semangat persaudaraan di tengah kemajemukan masyarakat Papua.

Perayaan Hari Pekabaran Injil dilakukan dengan ibadah khidmat di gereja‑gereja, refleksi sejarah, serta kegiatan yang mengajak generasi muda untuk mengenal lebih jauh akar iman yang telah bertumbuh di Papua. Di beberapa daerah, pemerintah daerah menetapkan hari ini sebagai hari libur khusus agar seluruh umat dapat mengikuti kegiatan rohani tersebut.

Hari Pekabaran Injil bukan sekadar memperingati sejarah, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya nilai‑nilai kasih, damai, dan pelayanan kepada sesama sebagai buah dari perjalanan iman yang telah berlangsung lebih dari satu setengah abad di Papua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....