Ketahui Makna dan Sejarah Hari Persaudaraan Manusia Internasional

  • 04 Feb 2026 17:32 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Hari Persaudaraan Manusia Internasional atau International Day of Human Fraternity diperingati setiap 4 Februari sebagai upaya global untuk meneguhkan nilai persaudaraan, perdamaian, dan solidaritas antarumat manusia tanpa memandang perbedaan agama, budaya, suku, maupun latar belakang sosial. Peringatan ini menjadi pengingat penting bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan pemisah.

Penetapan Hari Persaudaraan Manusia Internasional berakar dari peristiwa bersejarah pada 4 Februari 2019 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Pada tanggal tersebut, Paus Fransiskus dan Grand Sheikh Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb menandatangani dokumen berjudul Document on Human Fraternity for World Peace and Living Together. Dokumen ini menyerukan persaudaraan manusia sebagai fondasi utama dalam membangun perdamaian dunia.

Melalui resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2020, tanggal 4 Februari secara resmi ditetapkan sebagai Hari Persaudaraan Manusia Internasional. PBB menilai nilai persaudaraan manusia sangat relevan untuk menjawab tantangan global, seperti konflik, ekstremisme, diskriminasi, kemiskinan, dan ketidakadilan sosial yang masih terjadi di berbagai belahan dunia.

Makna utama peringatan ini adalah menumbuhkan sikap saling menghormati dan dialog antarbudaya serta antaragama. Persaudaraan manusia mengajarkan bahwa perbedaan keyakinan dan identitas tidak boleh menjadi alasan untuk kebencian atau kekerasan, melainkan menjadi dasar untuk saling memahami dan bekerja sama demi kebaikan bersama.

Di tengah dunia yang semakin terhubung namun rentan perpecahan, Hari Persaudaraan Manusia Internasional mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan nilai kemanusiaan, empati, dan toleransi. Nilai-nilai ini penting dalam menciptakan kehidupan yang damai, inklusif, dan berkeadilan, baik di tingkat lokal maupun global.

Peringatan ini juga menjadi panggilan moral bagi generasi muda untuk berperan aktif sebagai agen perdamaian. Dengan semangat persaudaraan manusia, setiap individu diharapkan mampu membangun jembatan dialog, menolak ujaran kebencian, serta menjaga harmoni dalam keberagaman demi masa depan dunia yang lebih damai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....