Punya Luka Bakar Jangan Pakai Pasta Gigi

  • 31 Jan 2026 13:01 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Luka bakar merupakan salah satu cedera yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik akibat terkena air panas, minyak goreng, api, setrika, hingga bahan kimia. Sayangnya, hingga kini masih banyak masyarakat yang melakukan penanganan awal yang keliru, seperti mengoleskan mentega atau odol pada luka bakar. Lantas, apakah tindakan tersebut dibenarkan secara medis?

Dokter dan tenaga kesehatan menegaskan bahwa mengoleskan mentega maupun odol pada luka bakar tidak dianjurkan. Kedua bahan ini bukan obat dan tidak dirancang untuk perawatan luka. Mentega, misalnya, memiliki kandungan lemak yang dapat menjebak panas di dalam jaringan kulit, sehingga suhu panas tidak cepat keluar dan justru dapat memperparah kerusakan kulit.

Sementara itu, odol mengandung berbagai zat seperti mentol, fluoride, deterjen, dan bahan pemutih. Kandungan tersebut berisiko menyebabkan iritasi, reaksi alergi, bahkan infeksi pada luka bakar yang masih terbuka. Selain itu, mentega dan odol tidak bersifat steril, sehingga penggunaannya dapat meningkatkan risiko masuknya kuman dan bakteri ke dalam luka.

Penanganan awal luka bakar seharusnya dilakukan dengan cara yang benar dan aman. Langkah pertama yang dianjurkan adalah mendinginkan area luka dengan air mengalir bersih selama 10 hingga 20 menit. Tindakan ini bertujuan untuk menghentikan proses kerusakan jaringan akibat panas dan mengurangi rasa nyeri. Perlu diingat, jangan menggunakan es batu, karena suhu yang terlalu dingin dapat merusak jaringan kulit.

Setelah didinginkan, luka bakar dapat ditutup dengan kain bersih atau perban steril untuk melindungi dari kotoran dan infeksi. Jika diperlukan, dapat digunakan salep khusus luka bakar atau obat yang direkomendasikan oleh tenaga kesehatan. Hindari memecahkan lepuhan, karena hal tersebut dapat membuka jalan bagi infeksi.

Untuk luka bakar ringan, perawatan mandiri masih memungkinkan. Namun, segera cari pertolongan medis apabila luka bakar terlihat luas, melepuh parah, berwarna putih atau kehitaman, menimbulkan nyeri hebat, atau mengenai area sensitif seperti wajah, tangan, kaki, dan alat kelamin, serta pada anak-anak dan lansia.

Melalui informasi ini, KBRN mengimbau masyarakat agar tidak lagi mempercayai mitos pengobatan luka bakar yang beredar secara turun-temurun. Penanganan yang tepat sejak awal sangat penting untuk mencegah komplikasi, mempercepat penyembuhan, dan mengurangi risiko bekas luka.

Tetap waspada, pahami pertolongan pertama yang benar, dan utamakan keselamatan serta kesehatan diri dan keluarga.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....