Tahap-Tahap Mengolah Jengkol Agar Tidak Bau
- 26 Jan 2026 17:47 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Jengkol merupakan bahan pangan khas Indonesia yang digemari banyak orang meski memiliki aroma menyengat. Selain baunya yang kuat, jengkol juga mengandung asam jengkolat yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan jika tidak diolah dengan benar. Oleh karena itu, diperlukan beberapa tahapan dalam pengolahan yang tepat agar jengkol aman dan nyaman dikonsumsi.
1. Pilih Jengkol yang Tua dan Berkualitas
Langkah awal adalah memilih jengkol yang sudah tua, berwarna cokelat mengkilap, dan tidak berlubang. Jengkol yang terlalu muda cenderung lebih keras dan beraroma tajam.
2. Cuci Bersih Sebelum Direbus
Jengkol harus dicuci dengan air mengalir untuk menghilangkan kotoran dan sisa tanah yang menempel pada kulitnya sebelum masuk ke proses perebusan.
3. Rebus Jengkol dengan Air yang Cukup
Rebus jengkol selama 1–2 jam hingga kulitnya lunak. Untuk mengurangi bau dan kadar asam jengkolat, air rebusan sebaiknya diganti beberapa kali selama proses perebusan.
4. Rendam Setelah Direbus
Setelah direbus, jengkol direndam dalam air bersih selama 12–24 jam. Air rendaman perlu diganti secara berkala. Proses perendaman ini membantu mengurangi bau menyengat dan zat berbahaya.
5. Kupas dan Geprek Jengkol
Kupas kulit jengkol, lalu geprek hingga pipih sesuai kebutuhan. Menggeprek jengkol membantu bumbu meresap dan membuat teksturnya lebih empuk saat dimasak.
6. Masak dengan Bumbu yang Tepat
Penggunaan bumbu seperti bawang putih, bawang merah, daun salam, lengkuas, dan cabai dipercaya dapat membantu menekan aroma jengkol. Jengkol bisa diolah menjadi semur, balado, atau rendang.
7. Konsumsi Secara Wajar
Meski telah diolah dengan benar, konsumsi jengkol tetap perlu dibatasi. Mengonsumsi dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal, terutama bagi orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....