Sejarah Hari Listrik Nasional yang Diperingati 27 Oktober
- 26 Okt 2025 05:34 WIB
- Nabire
KBRN, Nabire: Setiap tanggal 27 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) sebagai penghormatan terhadap perjuangan panjang dalam membangun sektor ketenagalistrikan yang menjadi urat nadi kemajuan bangsa.
Peringatan ini bermula pada tahun 1945, tak lama setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Saat itu, kebutuhan energi listrik menjadi hal mendesak bagi negara yang baru berdiri untuk mendukung pembangunan dan kehidupan masyarakat.
Pada 27 Oktober 1945, Pemerintah Republik Indonesia membentuk Jawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga. Pembentukan lembaga ini menandai tonggak sejarah dimulainya pengelolaan listrik secara mandiri oleh bangsa Indonesia, setelah sebelumnya seluruh infrastruktur listrik dikuasai oleh pemerintah kolonial Belanda dan kemudian oleh Jepang selama masa pendudukan.
Jawatan Listrik dan Gas bertugas mengelola pembangkit, jaringan distribusi, dan pelayanan energi bagi masyarakat. Pada masa awal, kapasitas listrik nasional masih sangat terbatas. Sebagian besar pembangkit hanya terdapat di kota-kota besar seperti Batavia, Surabaya, Semarang, dan Medan.
Seiring berjalannya waktu, pemerintah terus memperluas jangkauan listrik ke berbagai wilayah. Dalam perkembangannya, jawatan tersebut kemudian berubah menjadi Perusahaan Listrik Negara (PLN), yang hingga kini menjadi tulang punggung penyediaan energi listrik di Indonesia.
Penetapan tanggal 27 Oktober sebagai Hari Listrik Nasional dimaksudkan untuk mengenang semangat perjuangan para perintis ketenagalistrikan Indonesia dalam membangun dan menjaga keberlanjutan pasokan energi bagi rakyat. Peringatan ini juga menjadi ajang refleksi bagi seluruh insan listrik untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Selama delapan dekade perjalanan ketenagalistrikan, Indonesia telah mengalami kemajuan pesat. Dari hanya beberapa pembangkit kecil pada masa awal kemerdekaan, kini listrik telah menerangi lebih dari 99 persen wilayah Indonesia, menjangkau hingga ke pelosok-pelosok negeri.
Momentum Hari Listrik Nasional menjadi pengingat bahwa terang listrik bukan sekadar cahaya, melainkan simbol kemerdekaan, kemajuan, dan kesejahteraan rakyat. Melalui semangat tersebut, sektor ketenagalistrikan diharapkan terus tumbuh, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berperan aktif dalam mendukung transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan. (Falen Nelwan)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....