Penutupan LKS Disabilitas Papua Tengah, Juara Siap ke Nasional

  • 14 Apr 2026 19:04 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire — Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Disabilitas Tingkat Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama dua hari, 13 hingga 14 April 2026. Kegiatan ini menjadi ajang bagi siswa penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan serta keterampilan mereka di berbagai bidang vokasi.

Pelaksanaan LKS Disabilitas diikuti oleh siswa dari sekolah luar biasa di Kabupaten Mimika dan Nabire. Para peserta mengikuti beberapa kategori lomba, di antaranya tata boga, pembuatan souvenir berbasis kearifan lokal, serta lomba merangkai bunga dari tanaman yang ada di lingkungan sekitar.

Pada lomba souvenir, Muhamad Risky berhasil meraih juara pertama dengan total nilai 277, disusul Afriansya Muhammad Dahlan dengan nilai 239. Sementara pada lomba tata boga, Muhammad Bagas Putra Pratama keluar sebagai juara pertama dengan total nilai 254, diikuti Ester Obaikupa Nawipa dengan nilai 236.

Sedangkan pada lomba merangkai bunga, Risci Paulus Rahawarin meraih juara pertama dengan total nilai 200, disusul Julibian Anoka dengan nilai 199. Para juara tersebut nantinya akan dipersiapkan untuk mewakili Provinsi Papua Tengah pada ajang LKS Disabilitas tingkat nasional.


Kepala Seksi Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Tino Taribaba, mengatakan kegiatan seperti LKS Disabilitas menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan potensi siswa berkebutuhan khusus.

“Bagaimana kita melihat anak-anak kita yang berkebutuhan khusus ini, mereka juga mempunyai hak untuk mendapat satu pendidikan mengenai proses pembelajaran, dan di situlah mereka mempunyai keahlian, mempunyai kemampuan, punya bakat dan talenta,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah provinsi terus mendorong penguatan pendidikan khusus agar anak-anak disabilitas mendapatkan layanan pendidikan yang layak serta kesempatan untuk mengembangkan minat dan bakat mereka.

Sementara itu, Kepala Sekolah SLB Negeri Mimika, Sunardin, berharap kegiatan LKS Disabilitas dapat menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah kompetensi terutama di bidang vokasi.


“Harapan saya kegiatan ini akan mendapat perhatian dari pemerintah daerah Provinsi Papua Tengah khususnya dan masyarakat sekitarnya bahwa ternyata peserta didik disabilitas punya bakat, punya kompeten di bidangnya selama itu diberi kesempatan untuk mengasah, berlatih,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa peserta terbaik dari tingkat provinsi nantinya akan mewakili Papua Tengah pada LKS Disabilitas tingkat nasional.

Dewan juri dalam kegiatan tersebut juga menyatakan bahwa seluruh proses penilaian telah dilakukan secara objektif, transparan, profesional, dan akuntabel sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Keputusan penetapan juara pun dinyatakan final dan menjadi dasar resmi dalam penentuan pemenang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....