LKS Disabilitas Papua Tengah Tampilkan Kreativitas Siswa
- 14 Apr 2026 18:39 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire — Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Disabilitas Tingkat Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 menjadi ajang bagi siswa berkebutuhan khusus untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai 13 hingga 14 April 2026 di Aula Hotel Getz Nabire.
LKS Disabilitas merupakan bagian dari program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan, serta rasa percaya diri siswa penyandang disabilitas. Kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi mereka untuk mengembangkan potensi serta meningkatkan kemandirian.
Selain itu, pelaksanaan LKS Disabilitas juga bertujuan mendorong terwujudnya sistem pendidikan yang lebih inklusif serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesetaraan akses bagi penyandang disabilitas. Kegiatan ini mengusung tema nasional “Vokasi Unggul Generasi Emas Kompeten dan Berkarakter.”
Tahun ini, LKS Disabilitas diikuti oleh enam siswa penyandang disabilitas dari dua kabupaten, yakni Kabupaten Mimika dan Kabupaten Nabire, dengan enam guru pendamping. Para peserta mengikuti sejumlah jenis lomba, di antaranya lomba tata boga berupa menghias kue berbentuk keranjang, lomba souvenir berbasis kearifan lokal seperti pembuatan kipas, dompet gantungan kunci, serta kotak souvenir, dan lomba merangkai bunga dari tanaman yang ada di lingkungan sekitar.

Ketua Panitia LKS Disabilitas Tingkat Provinsi Papua Tengah, Rutretina Sinaga, mengaku bangga dengan hasil karya para peserta. Menurutnya, karya yang dihasilkan para siswa menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang untuk berprestasi.
“Di samping keterbatasan mereka secara fisik, namun kalau kita lihat hasil ini seolah-olah mereka melebihi daripada orang yang normal seperti biasanya. Karena hasilnya bisa kita lihat melebihi daripada hasil yang biasanya bisa dilakukan oleh orang normal. Ini merupakan sebuah prestasi yang luar biasa,” ujar Rutretina Sinaga.
Ia juga menilai bahwa siswa berkebutuhan khusus memiliki potensi besar apabila mendapatkan pelatihan sesuai dengan minat dan bakat mereka. Menurutnya, dukungan dari dunia pendidikan sangat penting untuk membantu siswa menemukan jati diri dan mengembangkan kemampuannya.

Sementara itu, salah satu guru pendamping dari SLB Negeri Mimika, Ibu Mince, mengatakan bahwa persiapan lomba telah dilakukan sejak bulan Maret setelah petunjuk teknis kegiatan diterima oleh sekolah. Para guru kemudian memberikan pelatihan kepada siswa melalui berbagai kelas keterampilan yang tersedia di sekolah.
“Untuk persiapan sudah dari bulan Maret, karena juknis sudah turun dari awal. Kemudian kami sudah di sekolah, kemudian kami ada beberapa kelas keterampilan, membatik, termasuk kelas tata boga,” jelasnya.
Menurut Mince, tantangan dalam mendampingi siswa disabilitas cukup beragam, mulai dari keterbatasan tenaga pengajar hingga kebutuhan pendampingan yang lebih intens dibandingkan siswa reguler. Guru tidak hanya bertugas melatih keterampilan, tetapi juga memastikan kondisi kesehatan dan kesiapan siswa selama mengikuti lomba.
Hasil LKS Disabilitas tingkat Provinsi Papua Tengah rencananya akan diumumkan pada akhir kegiatan untuk menentukan peserta terbaik yang akan mewakili provinsi tersebut ke tingkat nasional. Namun bagi panitia dan para pendamping, seluruh peserta sudah menunjukkan prestasi yang membanggakan melalui karya dan semangat mereka dalam mengikuti kompetisi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....