11 Jembatan Perintis Garuda Akan Dibangun Di Papua Tengah

  • 08 Apr 2026 21:03 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Pemerintah bersama TNI-AD terus memperkuat pembangunan infrastruktur di wilayah timur Indonesia. Sebanyak total 11 jembatan melalui program Jembatan Perintis Garuda direncanakan akan dibangun di Provinsi Papua Tengah pada tahun anggaran 2026.

Pernyataan itu disampaikan Danrem 173/PVB yang diwakili Kepala Staf Teritorial (Kasiter) Korem 173/PVB, Kolonel Inf Fajar Wibawa Angkasa saat menghadiri peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahun Anggaran 2026 di wilayah Kodim 1705/Nabire, tepatnya di Kampung Waroki, Nabire, Papua Tengah, Rabu, 08 April 2026.

Menurutnya, pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari program strategis nasional yang digagas langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Pembangunan jembatan ini bukan sekadar proyek fisik semata, tetapi merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan akses konektivitas yang lebih baik,” ujar Kolonel Fajar.

Menurutnya, pembangunan tersebut menjadi langkah konkret dalam menghadirkan pembangunan yang merata dan berkeadilan, sekaligus memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Papua Tengah.

"Dari total 11 jembatan perintis Garuda, empat jembatan akan dibangun di Kabupaten Nabire, lima jembatan di Kabupaten Mimika, serta dua jembatan di Kabupaten Deiyai, total jembatan ini bisa lebih tetapi 11 jembatan ini yang akan kami fokuskan untuk dibangun terlebih dahulu," jelasnya

Menurutnya, Program pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini bertujuan untuk membuka akses daerah terisolir, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pedalaman Papua Tengah.

"Pembangunan jembatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan nasional, khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Dengan akses transportasi yang lebih baik, distribusi logistik, hasil pertanian, dan pelayanan dasar seperti pendidikan serta kesehatan diharapkan semakin optimal," ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....