Gerakan Pangan Murah Dorong Konsumsi Pangan Lokal di Mimika

  • 29 Mar 2026 12:40 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika— Upaya memperkuat ketahanan pangan dan menjaga keterjangkauan harga terus dilakukan pemerintah melalui berbagai program pelayanan publik, salah satunya Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan ini menjadi sarana bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus mendorong konsumsi pangan lokal.

Dalam pelaksanaannya, GPM menghadirkan berbagai komoditas sembako yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari. Antusiasme warga terlihat tinggi karena program ini dinilai mampu membantu meringankan beban pengeluaran, terutama pada momentum meningkatnya kebutuhan seperti bulan Ramadhan dan menjelang hari besar keagamaan.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, I Nyoman Dwitana, mengatakan pemilihan lokasi kegiatan yang berada di pusat kota bertujuan agar distribusi pangan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Selain itu, ketersediaan stok juga disiapkan dalam jumlah yang cukup agar kebutuhan warga dapat terpenuhi secara merata.

“Kami memilih lokasi yang mudah dijangkau masyarakat dan menyiapkan stok yang cukup banyak, sehingga masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Selain sembako, pemerintah juga memastikan distribusi komoditas strategis seperti minyak goreng tetap berjalan dengan harga sesuai ketentuan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok.

Tidak hanya berfokus pada keterjangkauan harga, pemerintah juga memanfaatkan momentum ini untuk mengedukasi masyarakat terkait pentingnya diversifikasi pangan. Konsumsi pangan lokal dinilai masih perlu ditingkatkan, terutama untuk komoditas seperti buah, sayur, dan umbi-umbian yang ketersediaannya cukup melimpah di daerah.


Menurut I Nyoman Dwitana, peningkatan konsumsi pangan lokal menjadi langkah penting dalam memperbaiki keseimbangan pola makan masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap beras yang sebagian besar masih didatangkan dari luar daerah.

“Kami mendorong masyarakat untuk mulai mengonsumsi pangan lokal, apalagi saat ini sedang masa panen hortikultura seperti nanas dan semangka. Ini bisa menjadi alternatif yang sehat dan mudah diperoleh,” katanya.

Melalui program ini, pemerintah berharap masyarakat mulai menjadikan pangan lokal sebagai bagian dari konsumsi sehari-hari, termasuk saat menyajikan hidangan pada momen hari raya.

Salah satu warga, Ibu Sukati, mengaku sangat terbantu dengan adanya program pasar murah tersebut. Ia menilai harga bahan pangan yang dijual jauh lebih murah dibandingkan di pasar, sehingga dapat menghemat pengeluaran rumah tangga.

“Kalau bisa kegiatan seperti ini diadakan rutin, supaya masyarakat kecil seperti kami bisa terus terbantu. Walaupun harus antre, tidak masalah yang penting bisa dapat harga lebih murah,” ujarnya.

Ia juga berharap ke depan pemerintah dapat terus meningkatkan kualitas dan variasi bahan pangan yang disediakan agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Melalui Gerakan Pangan Murah, pemerintah tidak hanya menjaga stabilitas harga dan pasokan, tetapi juga memperkuat edukasi masyarakat tentang pentingnya konsumsi pangan lokal. Sinergi ini diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.(SAN)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....