SPPG Kampung Lani Ditutup Sementara, Lima Orang Diduga Alami Gangguan Pencernaan

  • 18 Mar 2026 13:47 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nabire Teluk Kimi Lani, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menyusul dugaan kejadian gangguan pencernaan yang dialami penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kebijakan tersebut tertuang dalam surat resmi BGN Nomor 945/D.TWS/03/2026 tertanggal 15 Maret 2026 yang bersifat segera, terkait pemberhentian operasional sementara SPPG Nabire Teluk Kimi Lani.

Dalam surat tersebut dijelaskan, langkah penghentian sementara diambil berdasarkan laporan kejadian menonjol (KM) tertanggal 13 Maret 2026, serta hasil investigasi awal di lapangan terkait dugaan gangguan pencernaan akibat konsumsi makanan dari program MBG.

Sebanyak lima orang, terdiri dari siswa dan guru, dilaporkan mengalami gangguan pencernaan yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan tersebut.

BGN menyebut, penghentian operasional dilakukan dalam rangka proses investigasi lanjutan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan dan BPOM.

Koordinator Wilayah BGN Nabire, Marsel Asyerem, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk respons cepat untuk menjamin keamanan program.

“Penutupan sementara dilakukan sebagai bentuk respons cepat guna memastikan keamanan dan kualitas makanan dalam program MBG. Kami tidak ingin mengambil risiko. Keselamatan dan kesehatan penerima manfaat adalah prioritas utama,” ujarnya kepada awak media, Rabu 18 Maret 2026.

Marsel menjelaskan, BGN bersama instansi teknis terkait saat ini tengah melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari bahan makanan, proses pengolahan, hingga distribusi makanan dari dapur SPPG Lani.

Selain itu, evaluasi terhadap standar kebersihan dan sanitasi juga menjadi fokus utama dalam investigasi.

Menurutnya, penutupan sementara ini juga bertujuan memberikan ruang bagi tim untuk mengidentifikasi secara pasti penyebab gangguan pencernaan yang dialami para siswa dan guru.

“Langkah ini penting agar investigasi berjalan menyeluruh dan hasilnya benar-benar dapat memastikan keamanan sebelum layanan kembali dibuka,” tambahnya.

BGN memastikan, operasional dapur SPPG Nabire Teluk Kimi Lani baru akan dibuka kembali setelah hasil investigasi selesai dan dinyatakan aman sesuai standar yang berlaku.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....