Zulfikar dan Padi Terakhir dari Rumah yang Hilang

  • 29 Nov 2025 23:44 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, Meulaboh: Kisah pilu datang dari Zulfikar, warga Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumeun, Aceh Barat, yang menjadi salah satu korban banjir besar yang meluluhlantakkan permukiman tempat dirinya dan keluarga kecilnya tinggal.

Rumahnya kini hanya menyisakan puing kayu dan sebuah kasur yang terendam lumpur. Harta benda yang ia miliki hilang diseret arus deras, menyisakan kepedihan sekaligus ketegaran dalam kondisi serba terbatas.

Saat tim RRI berada di lokasi, Zulfikar tampak memikul karung besar berisi padi yang ia temukan tersangkut sekitar 200 meter dari rumahnya. Padi itu merupakan hasil panen yang menjadi sumber pangan keluarga. “Hanya tinggal ini yang bisa saya selamatkan. Barang-barang lain sudah hanyut, tinggal sisa-sisa inilah yang ada,” ujarnya dengan suara berat.

Semangat dan ketidakputusasaannya membuat Zulfikar tetap tegar, meski bibinya sempat mengungkapkan kegelisahan tentang masa depan keluarga mereka. “Kalau mau bangun rumah kembali, mau di mana? Kami hanya punya sawah,” tuturnya lirih. Namun, tekad Zulfikar untuk tetap berdiri demi keluarganya jelas terlihat di tengah kondisi sulit tersebut.

Ia juga menceritakan saat kejadian dirinya berada dihutan mencari nafkah bagi keluarganya dan setiba di desa kondisi sudah memprihatinkan. Alhamdulillah keluarganya selamat dan masih bisa berkumpul walau saat ini harus menumpang di rumah tetangga.

“Sebentar lagi anak-anak menghadapi ujian sekolah, namun semua perlengkapan sudah hilang. Seragam, tas, dan buku entah tercecer di mana. Kalaupun ditemukan, kemungkinan besar sudah tidak dapat digunakan,” ujarnya dengan harapan anak-anaknya tetap dapat mengikuti ujian.

Hanya menyisakan pakaian di badan, ia terus berupaya mengumpulkan harta benda yang masih mungkin diselamatkan dari arus banjir. Terlihat pula ia menjemur padi yang basah dan ditemukan hanyut tak jauh dari reruntuhan rumahnya.

Rekomendasi Berita