Program JKN Merupakan Perlindungan Kesehatan Masyarakat

  • 03 Nov 2025 13:22 WIB
  •  Meulaboh

KBRN Meulaboh : Erna Susilawati (38), menjaga kesehatan keluarga merupakan prioritas utama. Sebagai seorang istri dan ibu dari empat anak, Erna merasa beruntung dengan adanya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

Berkat program ini, ia dan keluarganya bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang mudah dan terjangkau, terutama di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang berada tidak jauh dari rumahnya.

“Alhamdulillah, selama ini kalau sakit hanya ringan-ringan saja, jadi cukup berobat ke Puskesmas. Mudah-mudahan jangan sampai sakit yang berat-berat, jadi tidak perlu ke rumah sakit,” tutur Erna dalam siaran pers BPJS Kesehatan diterima RRI.co.id.

Secara rutin, Erna memeriksakan kesehatan anak-anaknya melalui posyandu di desanya. Ia juga sangat memperhatikan kesehatannya saat masa kehamilan. Pada kehamilan anak keempat, Erna rajin melakukan pemeriksaan Antenatal Care (ANC) di bidan dan Puskesmas. Dari hasil pemeriksaan tersebut, diketahui bahwa kadar haemoglobin (HB) dalam darahnya rendah menjelang persalinan, sehingga bidan menyarankan agar proses persalinan dilakukan di rumah sakit.

“Waktu periksa kehamilan memasuki usia sembilan bulan, hasil pemeriksaan menunjukkan HB saya rendah. Pihak Puskesmas menyarankan agar bersalin di rumah sakit, dan alhamdulillah prosesnya berjalan lancar di RSUD Cut Nyak Dhien,” ujar Erna.

Dengan merasakan manfaat pemeriksaan kehamilan ANC. Melalui pemeriksaan rutin ini, kondisi ibu dan janin dapat terpantau sejak dini. Selain itu, ANC juga memberikan edukasi serta konseling bagi ibu hamil agar lebih siap secara fisik dan mental menjelang persalinan. Ia pun menyadari pentingnya melakukan pemeriksaan minimal enam kali selama masa kehamilan satu kali di trimester pertama, dua kali di trimester kedua, dan tiga kali di trimester ketiga.

“Semua hasil pemeriksaan seperti tes urin, HB, berat badan, hingga USG dicatat dalam buku pink. Setelah direkomendasikan untuk bersalin di rumah sakit, saya sempat khawatir, tapi alhamdulillah bisa melahirkan normal tanpa operasi,” ungkapnya dengan syukur.

Bagi Erna, pelayanan kesehatan di Puskesmas sudah sangat membantu. Selain lokasinya yang dekat, pelayanan yang diberikan juga cepat dan ramah. Ia merasa nyaman memanfaatkan layanan tersebut untuk pengobatan ringan, imunisasi anak, serta pemeriksaan kesehatan keluarga.

“Kalau anak saya demam atau batuk pilek, cukup berobat ke Puskesmas, alhamdulillah langsung sembuh. Hanya kalau kondisi sudah cukup berat, baru saya dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya.

Erna berharap, ke depan layanan kesehatan di Puskesmas dapat terus ditingkatkan, sehingga masyarakat dapat memperoleh lebih banyak layanan tanpa harus jauh-jauh ke rumah sakit.

“Saya sudah cukup puas dengan pelayanan sekarang, tapi kalau bisa ditambah lagi jenis pelayanannya di Puskesmas, pasti akan lebih baik,” harap Erna menutup pembicaraan.

Dengan adanya Program JKN, Erna merasa tenang karena kesehatan keluarganya terlindungi. Baginya, JKN bukan sekadar program, tetapi wujud nyata kepedulian pemerintah dalam memberikan jaminan kesehatan yang menyeluruh bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Rekomendasi Berita