Pemerintah Siapkan Rp55 Triliun untuk Pembayaran THR ASN

  • 04 Mar 2026 15:12 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk pembayaran tunjangan hari raya (THR) Idulfitri 2026 bagi ASN. Menteri Koordinator bidang Ekonomi, Airlangga Hartarto mengatakan, pemberian THR itu sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun. Dibandingkan tahun lalu sebesar Rp49 triliun, tahun ini meningkat 10 persen," kata Menko Airlangga dalam keterangan pers bersama sejumlah menteri dan Sekretaris Kabinet di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.

THR ASN tahun 2026 akan disalurkan kepada 2,4 juta ASN Pusat, TNI dan Polri dengan total anggaran Rp22,2 triliun. Kemudian 4,3 juta ASN daerah total Rp20,2 triliun dan 3,8 juta pensiunan total Rp12,7 triliun.

"Komponen yang dibayarkan 100 persen penuh, meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan. Termasuk tunjangan jabatan dan tunjangan kinerja sesuai dengan regulasi yang berlaku," ucap Menko Airlangga.

Pencairan THR sudah dilaksanakan secara bertahap sejak 26 Februari 2026. Menurutnya, THR ini berbeda dengan gaji ke-13 yang biasanya di berikan setiap bulan Juni.

"Jadi saya garis bawahi bahwa THR ini tidak sama dengan gaji ke-13. Gaji ke-13 seperti biasa, biasanya dibayarkan di bulan Juni," ujar Menko Airlangga.

Untuk sektor swasta, lanjut Airlangga, THR wajib dibayar penuh, tidak boleh dicicil dan paling lambat dibayarkan H-7 lebaran. "THR diberikan kepada pekerja dengan masa kerja minimal satu tahun dan jumlahnya adalah satu bulan upah," kata Airlangga.

Sedangkan pekerja dengan masa kerja kurang satu tahun, THR diberikan secara proporsional. Setiap perusahaan, jumlahnya bisa bervariasi.

Berdasarkan data dari BPJS Ketenagakerjaan, penerima THR dari sektor swasta adalah sebanyak 26,5 juta pekerja. Total jumlah THR yang dibayarkan sebesar Rp124 triliun rupiah.

"Untuk THR sektor swasta ini diharapkan bisa mendorong konsumsi nasional secara signifikan," ujar Menko Airlangga. Konsumsi nasional merupakan penopang utama pertumbuhan ekonomi, dan tahun ini pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen.

Rekomendasi Berita