Kelangkaan Kayu Olahan Hambat Produksi Perabot di Desa Lapang

  • 02 Mar 2026 08:28 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Rumah produksi perabot di Desa Lapang, Kabupaten Aceh Barat, mengalami kendala akibat sulitnya memperoleh kayu olahan sebagai bahan baku utama. Kelangkaan material tersebut berdampak pada menurunnya kapasitas produksi, meski permintaan pasar terus meningkat.

Faizin, pemilik rumah produksi perabot yang memproduksi kursi panjang, meja makan, dan lemari, mengatakan ketersediaan kayu olahan semakin terbatas dalam beberapa waktu terakhir. "Kondisi ini membuat target produksi tidak tercapai," ujarnya Senin 2 Maret 2026.

Ia menjelaskan, saat ini produksi bangku panjang hanya mampu mencapai sekitar 300 unit per bulan dari target 700 unit. Padahal, sebelum terjadi kelangkaan bahan baku, produksi sempat menembus hingga 1.000 unit bangku panjang dalam satu bulan.

Usaha yang telah berjalan sekitar 12 tahun tersebut memiliki pelanggan tetap dengan permintaan yang cukup tinggi. Namun, kerap terjadi kekosongan stok karena keterbatasan bahan baku kayu di pasaran.

Untuk harga jual, bangku panjang dipasarkan seharga Rp180 ribu per unit di pasaran, sementara pembelian langsung di lokasi produksi ditawarkan dengan harga lebih rendah. Sedangkan lemari tanggung dijual seharga Rp200 ribu per unit.

Rekomendasi Berita