Kesadaran Politik Anak Muda di Era Digital

  • 02 Mar 2026 11:50 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Kesadaran politik anak muda di era digital menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Kemudahan akses informasi melalui media sosial dinilai menjadi salah satu faktor utama meningkatnya partisipasi generasi muda dalam isu-isu politik. Hal tersebut disampaikan oleh Rizqan Kamil, Political & Policy Analyst di International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS).

Menurut Rizqan, jika melihat kilas balik pada 2024, partisipasi politik anak muda terbilang cukup aktif dengan persentase keterlibatan mencapai lebih dari 50 persen. Ia menilai, ekosistem politik saat ini telah bergeser dari pola konvensional berbasis partai dan institusi, menuju ruang digital yang didominasi media sosial dan konten online.

“Sekarang anak muda melihat politik berbasis konten. Informasi harian yang aktual membuat mereka lebih melek isu dibandingkan berbasis ideologi seperti dulu,” ujarnya, Senin 2 Maret 2026.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa arus informasi digital juga membawa tantangan tersendiri, terutama maraknya disinformasi dan hoaks yang dapat memengaruhi preferensi politik generasi muda.

Menurutnya, kemampuan melakukan verifikasi atau cross check menjadi kunci penting. Anak muda didorong untuk tidak langsung menerima informasi mentah, melainkan melakukan penelusuran lebih lanjut melalui berbagai sumber kredibel.

“Kemudahan internet harus dimanfaatkan untuk mengecek ulang informasi. Bisa dengan browsing, membaca berita dari situs terpercaya, atau membandingkan dengan sumber lain,” katanya.

Rizqan juga menyoroti tantangan lain dalam literasi politik generasi muda, yakni kecenderungan partisipasi yang masih dominan di ruang digital. Aktivitas seperti berkomentar dan berdebat di media sosial dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan keterlibatan nyata dalam proses kebijakan publik.

Ia menyarankan agar ruang digital dihubungkan dengan aksi nyata, seperti berpartisipasi dalam pemilihan langsung, terlibat sebagai panitia kegiatan demokrasi, menghadiri seminar politik, maupun berdiskusi langsung saat ada kunjungan politisi ke kampus atau desa.

Terkait masa depan demokrasi Indonesia, Rizqan optimis partisipasi digital anak muda akan terus meningkat. Namun, ia menekankan pentingnya mendorong generasi muda agar tidak hanya aktif di media sosial, tetapi juga hadir secara nyata dalam ruang-ruang partisipasi publik.

Rekomendasi Berita