Aksi Bela Negara 2026, Generasi Muda Jaga Laut Indonesia

  • 26 Agt 2026 17:13 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan- Semangat bela negara tidak hanya diwujudkan melalui pertahanan wilayah, tetapi juga melalui kepedulian dan aksi nyata dalam menjaga lingkungan serta keanekaragaman hayati Indonesia.

Hal tersebut diwujudkan Yayasan Naluri Fauna Indonesia (NAFAS) bersama Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Sumatera Utara dan Mahasiswa Pecinta Alam Perguruan Tinggi Muhammadiyah Seluruh Indonesia Regional I (Mapala PTMSI I) melalui Aksi Bela Negara 2026 di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara pada Senin (17/8/2026).

Mengusung tema “Penguatan Ekonomi Biru Berkelanjutan untuk Menjaga Kedaulatan Keanekaragaman Hayati Laut Indonesia”, kegiatan ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Kelautan Nasional, Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketua Yayasan Naluri Fauna Indonesia (NAFAS), Badar Johan, yang juga menjadi penggagas kegiatan, mengatakan aksi tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengambil bagian dalam menjaga ekosistem pulau, pesisir dan laut di pantai timur Sumatera Utara.

“Bela negara bukan hanya tentang mempertahankan wilayah, tetapi juga tentang menjaga kedaulatan keanekaragaman hayati nasional yang menjadi kekuatan bangsa,” ujar Badar Johan lewat keterangan rilis yang diterima rri.co.id pada Rabu (26/8/2026).

Rangkaian Aksi Bela Negara 2026 diawali dengan Seminar Aksi Bela Negara yang digelar secara daring pada Kamis, 30 Juli 2026.

Seminar tersebut menjadi ruang edukasi dan pertukaran pengetahuan terkait ekonomi biru, konservasi pesisir dan laut serta pemberdayaan masyarakat berkelanjutan.

Kegiatan dibuka oleh perwakilan Bupati Batu Bara. Sejumlah narasumber turut memberikan materi, di antaranya perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sumatera Utara, aktivis mangrove Wibi Nugraha, serta pemateri dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Materi yang dibahas meliputi ekonomi biru dan kedaulatan, terumbu karang, EcoEdu Wisata, konservasi mangrove, pembiayaan berkelanjutan konservasi perairan hingga pengelolaan sampah berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penanaman mangrove pada Minggu, 16 Agustus 2026, bersama masyarakat dan kelompok tani mangrove.

Penanaman dilakukan untuk memperkuat ekosistem pesisir. Selain menjaga garis pantai dan mengurangi abrasi, mangrove juga berfungsi sebagai habitat berbagai biota serta memiliki kemampuan menyimpan karbon.

Kegiatan kemudian dilanjutkan pada 17 Agustus 2026 dengan aksi bersih pantai, pengibaran Bendera Merah Putih di laut dan transplantasi terumbu karang.

Peserta bergotong royong mengumpulkan serta memilah sampah di kawasan pantai sebagai bentuk kepedulian terhadap pencemaran pesisir. Aksi tersebut sekaligus mengingatkan bahwa kebersihan laut sangat berkaitan dengan perilaku manusia di daratan.

Pengibaran Bendera Merah Putih di laut menjadi simbol nasionalisme dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Laut dinilai bukan hanya sebagai sumber daya alam, tetapi juga bagian penting dari kedaulatan bangsa yang harus dijaga.

Sementara itu, transplantasi terumbu karang dilakukan sebagai upaya rehabilitasi ekosistem laut. Terumbu karang memiliki peran penting bagi kehidupan berbagai biota laut serta memberikan nilai ekologis dan ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Aksi Bela Negara 2026 terlaksana melalui kolaborasi berbagai pihak. Sejumlah relawan dan organisasi yang berpartisipasi antara lain Yayasan Konservasi Pesisir Indonesia, Yayasan Gajah Sumatera, Yayasan Masyarakat Pelestari Lingkungan Indonesia Bakti Kabupaten Batu Bara, POSSI Kota Medan, Toba Dive Center, Athmar Diving Club, Fakultas Pengelolaan Konvensi dan Acara (MICE) Universitas Wilmar, Mapala UMSU, Mapala UMA, Bumantara Group, DAAI TV serta tiga peserta Trip EcoEduWisata NAFAS.

Mitra kolaborasi kegiatan di antaranya Pemerintah Kabupaten Batu Bara, POSSI Sumatera Utara dan Mapala PTMSI Rayon I.

Kegiatan juga mendapat dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sumatera Utara, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara serta sejumlah organisasi dan komunitas lingkungan.

Dukungan sponsor diberikan Lokomotif Nusantara, BurnetLap dan Loyal Mind. Sementara publikasi kegiatan didukung sejumlah media partner, yakni INJI, STFJ, PORI Poros Bumi, Budget Travel, TKP Medan dan Erupsi.com.

NAFAS menegaskan Aksi Bela Negara 2026 bukan sekadar kegiatan seremonial memperingati kemerdekaan. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun kesadaran, kepedulian, keterampilan dan tanggung jawab generasi muda terhadap lingkungan.

Melalui kegiatan konservasi, peserta diajak memahami bahwa menjaga mangrove, terumbu karang, pantai dan laut merupakan bagian dari menjaga masa depan bangsa.

Kolaborasi lintas organisasi dan komunitas juga diharapkan dapat mendorong pengembangan ekonomi biru yang berkelanjutan, sekaligus membuka peluang bagi edukasi, pariwisata berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....