Medan Membenahi Infrastruktur dan Hospitality Menjadi MICE Global

  • 18 Jun 2026 11:20 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Dialog Interaktif Medan Siang Ini di Programa 1 LPP RRI Medan FM 94,3 MHz. Rabu ( 17/6/2026 ) pagi, yang dipandu presenter Salsa Rania Balqis, mengupas tuntas visi strategis Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara dalam mengukuhkan posisinya sebagai "Medan Kota MICE" (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Diskusi interaktif ini menghadirkan dua figur kunci dari sektor birokrasi dan industri perhotelan, yaitu M. Odi Anggia Batubara, S.STP., M.Sp. selaku Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, serta Dr. Tr. (C) Rachmad Suwardi, S.ST.Par., M.Tr.Par. selaku General Manager Hotel Grand Mercure Medan. Fokus utama dialog ini adalah membedah kesiapan kota dalam menangkap peluang pasar pariwisata bisnis berskala besar, baik di tingkat nasional maupun internasional, serta bagaimana sektor MICE dapat dioptimalkan sebagai motor penggerak utama perekonomian daerah.

Dari sisi kebijakan publik dan pengembangan makro, Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, M. Odi Anggia Batubara, memaparkan komitmen penuh Pemerintah Kota Medan dalam membangun ekosistem pendukung MICE yang representatif. Keunggulan geografis Medan yang dekat dengan negara-negara ASEAN serta posisinya sebagai pintu gerbang wilayah barat Indonesia menjadi modal utama yang terus dioptimalkan melalui peningkatan konektivitas transportasi, pembenahan infrastruktur kota, dan kemudahan aksesibilitas dari Bandara Internasional Kualanamu. Selain itu, Pemko Medan fokus pada penguatan narasi wisata pasca-konvensi (post-convention tour) dengan memanfaatkan kekayaan kuliner multietnik dan warisan sejarah (heritage) kota, sekaligus mempermudah regulasi perizinan untuk menarik para promotor acara dunia agar mau menyelenggarakan pameran dan konvensi di kota ini.

Sementara itu, dari sudut pandang pelaku industri perhotelan dan praktisi pariwisata, Dr. Tr. (C) Rachmad Suwardi menyoroti pentingnya standardisasi pelayanan premium (hospitality) dan kesiapan fasilitas fisik yang memenuhi kriteria global. Hotel-hotel berbintang di Medan, termasuk Grand Mercure, telah siap menyokong visi ini dengan menyediakan ruang konvensi berteknologi tinggi, akomodasi modular, serta sumber daya manusia yang tersertifikasi secara internasional. Beliau menekankan bahwa karakteristik wisatawan MICE memiliki daya beli (spending power) yang jauh lebih tinggi dibanding wisatawan biasa, sehingga bisnis ini memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang luar biasa bagi sektor lain seperti katering, transportasi lokal, UMKM, hingga pemandu wisata.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....