Tantangan Sektor Pariwisata Di Tengah Efisiensi Anggaran

  • 10 Mar 2025 13:00 WIB
  •  Medan

KBRN, Medan: Efisiensi anggaran di segala sektor menjadi tantangan tersendiri bagi sejumlah lembaga hingga kementerian. Termasuk sektor pariwisata, akan berdampak besar dengan kebijakan efisiensi tersebut.

Meski begitu, efisiensi tidak menjadi hambatan besar bagi sektor pariwisata untuk tetap eksis.

Di tengah kebutuhan untuk mengurangi biaya dan meningkatkan produktivitas, pelaku industri pariwisata harus bisa menawarkan potensi yang menarik bagi pengunjung.

Pemanfaatan digitalisasi bisa menjadi alternatif bagi sejumlah pelaku pariwisata, agar tetap dapat eksis di tengah tantangan efisiensi.

Ketua Yayasan Ekosistem Lestari, Kusnadi, mengatakan efisiensi justru penting untuk menghasilkan produk berkualitas dengan harga seimbang. Meski terjadinya penghematan biaya namun kualitas pelayanan tidak boleh dikorbankan.

"Pemerintah Indonesia telah membuat regulasi bagaimana dipermudah mereka yang akan berkunjung terutama wisatawan mancanegara ke Indonesia," kata Kusnadi dalam dialog Pro Aspirasi Sumut RRI Medan, Senin (10/3/2025).

Dikatakan Kusnadi, pemerintah perlu membuat regulasi yang memudahkan wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia. Dengan memberikan kemudahan, seperti proses visa yang lebih sederhana dan layanan imigrasi yang lebih cepat.

"Saat ini belum ada program efisiensi yang baik untuk pemeliharaan infrastruktur pariwisata, sehingga sektor ini sering dianggap kurang penting. Padahal, pariwisata adalah salah satu sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi negara, baik di tingkat desa maupun komunitas," ujar Kusnadi.

Memang kurang maksimalnya dukungan infrastruktur yang baik, terkadang membuat sektor destinasi wisata kurang menarik. Maka, perlu dukungan dari pihak pemerintah, terutama dalam kemudahan akses bagi pengunjung yang datang di destinasi wisata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....