Oknum Polisi Digerebek Warga, Ramadhan: Jangan Ada Kesan Hukum Tajam ke Bawah

  • 20 Sep 2026 15:13 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Tanjungbalai - Aktivis Tanjungbalai, Ramadhan Batubara, mendesak jajaran Polres Tanjungbalai untuk menangani secara serius, transparan, dan profesional. Terutama dugaan pelanggaran yang melibatkan oknum anggota Polri dalam peristiwa di kawasan Rusunawa Kabupaten Asahan.

Ramadhan menilai, kasus tersebut bukan sekadar persoalan perilaku individu, tetapi juga menyangkut marwah dan citra institusi Polri yang harus dijaga melalui penegakan disiplin dan kode etik secara konsisten.

“Jangan sampai masyarakat melihat ada kesan hukum begitu tegas ketika berhadapan dengan masyarakat biasa, tetapi ketika yang diduga melakukan pelanggaran adalah anggota sendiri, prosesnya justru menjadi tertutup. Ini yang harus dijawab oleh institusi Polri,” ujar Ramadhan Batubara.

Menurutnya, Polri memiliki posisi yang sangat strategis sebagai aparat penegak hukum. Karena itu, setiap dugaan pelanggaran yang dilakukan anggota harus menjadi perhatian serius, terlebih ketika peristiwa tersebut telah menjadi konsumsi publik.

“Polisi itu bukan hanya bertugas menangkap pelaku kejahatan. Polisi juga harus menunjukkan keteladanan. Bagaimana masyarakat mau percaya kepada aparat penegak hukum kalau ada anggota yang justru diduga melakukan perbuatan yang bertentangan dengan nilai dan etika yang seharusnya dijunjung tinggi?” ucapnya.

Ramadhan menegaskan, dirinya tidak bermaksud menghakimi anggota yang bersangkutan sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi. Namun, proses pemeriksaan harus dilakukan secara objektif dan terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.

“Kalau terbukti melanggar, proses dan sanksinya harus jelas. Jangan dilindungi hanya karena dia anggota Polri. Tetapi kalau tidak terbukti, sampaikan juga kepada publik bahwa yang bersangkutan tidak terbukti. Jadi semuanya terang dan tidak menimbulkan tanda tanya,” katanya.

Ia juga meminta Propam dan pimpinan Polres Tanjungbalai tidak sekadar menyelesaikan persoalan tersebut secara internal, tetapi memastikan bahwa setiap tahapan pemeriksaan berjalan sesuai aturan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Ini momentum bagi Polres Tanjungbalai untuk menunjukkan bahwa tidak ada anggota yang kebal terhadap aturan. Institusi yang kuat bukan institusi yang menutupi kesalahan anggotanya, tetapi institusi yang berani membersihkan dirinya sendiri ketika ada dugaan pelanggaran,” kata Ramadhan.

Ramadhan berharap pimpinan Polri, khususnya jajaran Polres Tanjungbalai, dapat menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi terhadap pembinaan personel dan pengawasan internal.

“Jangan biarkan perilaku satu oknum merusak kepercayaan masyarakat kepada seluruh anggota Polri yang bekerja dengan baik. Justru dengan proses yang transparan dan tegas, institusi bisa menunjukkan kepada masyarakat bahwa Polri serius menjaga integritasnya.” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....