IPG Tanjungbalai Masih di Bawah Sumut dan Nasional

  • 11 Sep 2026 15:45 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Tanjungbalai - Indeks Pembangunan Gender atau IPG Kota Tanjungbalai 2025 masih berada di bawah capaian Sumatera Utara dan nasional. Kondisi itu mendorong Pemerintah Kota Tanjungbalai memperkuat strategi pengarusutamaan gender dalam pembangunan.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim, saat membuka Bimbingan Teknis Pelaporan Pengarusutamaan Gender atau PUG Tahun 2026. Kegiatan digelar Dinas P3A-PM dan P2KB di Aula Raja Bahagia Resto, Rabu 9 September 2026.

Mahyaruddin mengatakan berbagai pihak telah berupaya mewujudkan kesetaraan gender. Namun, praktik ketidakadilan gender masih ditemukan dalam berbagai aspek pembangunan dan banyak dialami perempuan.

Ia menilai kondisi kesetaraan gender di Tanjungbalai perlu dievaluasi melalui indikator pembangunan gender. Evaluasi tersebut untuk mempercepat implementasi PUG sesuai target RPJMD Kota Tanjungbalai.

Berdasarkan data BPS yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, IPG Kota Tanjungbalai 2025 mencapai 92,11. Angka tersebut masih di bawah IPG Sumatera Utara sebesar 92,21 dan nasional sebesar 92,69.

Mahyaruddin mengatakan kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat kesenjangan pembangunan antara laki-laki dan perempuan di Tanjungbalai. Karena itu, strategi PUG perlu terus diperkuat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih adil.

"PUG merupakan salah satu strategi dalam mewujudkan kesetaraan gender yang telah diamanatkan melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000," ujar Mahyaruddin.

Menurutnya, PUG harus diterapkan sejak proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan hingga evaluasi kebijakan. Strategi tersebut berlaku dalam seluruh program pembangunan pemerintah pusat maupun daerah.

Mahyaruddin menegaskan keberhasilan PUG tidak cukup hanya dilihat dari angka statistik IPG. Komitmen dan peran bersama juga diperlukan sebagai bentuk pengakuan terhadap upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender.

"Perlu saya tekankan bahwa pengarusutamaan gender bukan merupakan suatu program kegiatan, melainkan strategi pembangunan. Strategi PUG perlu diintegrasikan dengan program pembangunan demi memastikan semua lapisan masyarakat bisa terlibat," ucapnya.

Sementara itu, dari sisi Indeks Pemberdayaan Gender atau IDG, Tanjungbalai tercatat sebesar 72,61. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Sumatera Utara sebesar 72,45, tetapi masih sedikit di bawah angka nasional sebesar 72,62.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....