Pengembang Perumahan Subsidi Keluhkan Tingginya Harga Material Bangunan

  • 28 Sep 2026 15:34 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Perusahaan pengembang perumahan di Sumatera Utara, khususnya pengembang perumahan subsidi, mengeluhkan tingginya harga material bangunan. Hal itu terungkap dalam diskusi antara Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution dengan Wakil Ketua Komisi VI DPR-RI Andre Rosiade dan asosiasi pengembang perumahan.

Diskusi tersebut antara lain membahas upaya mempercepat program pembangunan perumahan rakyat. Khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau penerima rumah subsidi.

Diskusi berlangsung di Aula Tengku Rizal Nurdin (TRN), Rumah Dinas Gubernur Sumut, Sabtu 26 September 2026 malam. Sejumlah persoalan dibahas, mulai dari tingginya harga material bangunan, hingga upaya mempercepat proses administrasi perumahan bersubsidi.

Bobby Nasution memberikan gambaran terkait sejumlah kondisi yang menjadi keluhan perusahaan pengembang perumahan. Salah satunya tingginya harga material bangunan, serta perlunya percepatan proses administrasi untuk perumahan bersubsidi.

"Kalau untuk harga bahan material, kami coba tawarkan cara yang mungkin bisa kita atasi bersama. Jadi memang kita harus kolaborasi, agar harga itu (material bangunan) bisa lebih murah, bagaimana jumlah pembeliannya dalam skala besar, jadi ada potongan. Karena kan pemerintah punya kebutuhan juga untuk menjalankan program pembangunan," ujarnya.

Menurut Bobby Nasution, ide tersebut dapat dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, baik pusat maupun provinsi. Dengan kolaborasi, pemerintah dapat bersama-sama melakukan pengadaan material seperti semen dengan pihak swasta yang membutuhkannya.

"Jadi nanti pemerintah misalnya membutuhkan material, kita sampaikan ke distributor berapa kebutuhannya ditambah dengan kebutuhan perusahaan pengembang perumahan. Sehingga pembelian dalam jumlah besar bisa mendapat potongan, dan harga bisa lebih murah. Dan itu (pengadaan) bisa dilakukan melalui BUMD kita," ujarnya.

Menurut Bobby, upaya tersebut merupakan bentuk dukungan daerah dalam menyukseskan program sejuta rumah, khususnya untuk MBR atau rumah subsidi. Selain itu, Pemprov Sumut juga mendorong agar proses administrasi seperti pengurusan sertifikat dan lainnya dapat dipermudah.

"Intinya semua pihak terkait harus saling bantu. Termasuk perbankan, BUMD, pemerintah daerah, dan lainnya, untuk menyelesaikan masalah. Karena ini program nasional," kata Bobby.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR-RI Andre Rosiade menyambut baik usulan Bobby Nasution untuk membantu menjaga iklim investasi di Sumut, khususnya sektor perumahan. Hal tersebut sejalan dengan langkah pemerintah pusat yang terus mendorong agar penyediaan rumah subsidi bagi MBR dapat berjalan di seluruh wilayah Indonesia.

Andre juga mengapresiasi perhatian Bobby Nasution yang terus bekerja menghadirkan pembangunan di berbagai daerah, terutama wilayah yang selama ini masih jauh dari harapan. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan kehadiran negara serta manfaat pembangunan.

Sebagai lembaga legislatif, pihaknya juga akan menyuarakan dan mendorong agar program pemerintah dapat berjalan. Hadir dalam diskusi tersebut, di antaranya para pimpinan dan perwakilan asosiasi pengembang perumahan, dan BUMD Sumut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....