Pameran Prahara Pulau Emas Jadi Catatan Sejarah Bencana
- 20 Agt 2026 16:31 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Pameran foto “Prahara Pulau Emas” menjadi ruang untuk mencatat sejarah sekaligus mengingatkan masyarakat terhadap risiko bencana di Sumatera. Pameran digelar Pewarta Foto Indonesia (PFI) bersama Yayasan mataWaktu dan PLN di Atrium Plaza Medan Fair, pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Koordinator PFI Wilayah Sumatera, Hendra Syamhari mengatakan rangkaian “Prahara Pulau Emas” diawali dengan peluncuran buku foto di Yogyakarta pada 25 Juli 2026. Pameran kemudian digelar di Istana Pagaruyung, Tanah Datar, Sumatera Barat, dilanjutkan ke Museum Tsunami Aceh pada 3-8 Agustus 2026 sebelum hadir di Medan.
Menurut Hendra, perjalanan pameran tersebut menunjukkan bahwa foto jurnalistik masih memiliki kekuatan untuk memperlihatkan kondisi bencana kepada masyarakat. Bahkan, sejumlah pihak yang ditemuinya selama rangkaian pameran baru mengetahui besarnya dampak bencana setelah melihat langsung foto-foto yang dipamerkan.
“Fungsi museum atau pameran foto-foto seperti ini adalah kita mencatatkan sejarah. Besok anak cucu kita akan melihat, Sumatera pernah hancur akibat tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab,” katanya.
| Baca juga: Tanjungbalai Promosikan UMKM di PRSU ke-50 |
Ketua Panitia Pameran Foto, Irsan Mulyadi mengatakan sebanyak 140 karya dari 45 pewarta foto ditampilkan dalam pameran tersebut. Para fotografer berasal dari berbagai media, mulai dari kantor berita asing, kantor berita nasional hingga media di Sumatera Utara.
Irsan mengatakan pameran berangkat dari bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025. Menurutnya, karya-karya tersebut tidak ditampilkan untuk kembali menghadirkan kesedihan, melainkan membangun kesadaran mengenai mitigasi dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak.
“Pameran foto ini puncaknya adalah harapan. Bukan kita mau memamerkan tentang kesedihan, tetapi ada satu harapan yang ingin kita sampaikan kepada publik bahwa kita harus bangkit,” ujar Irsan.
Hendra juga berharap dokumentasi tersebut menjadi pengingat bersama untuk menjaga alam dan lingkungan agar bencana serupa dapat diminimalkan. Menurutnya, upaya menjaga lingkungan menjadi tanggung jawab bersama agar tetap dapat dinikmati generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....