Mahyaruddin Tegaskan ASN Jangan Baper, Profesional dan Tuntas dalam Bekerja
- 11 Agt 2026 10:44 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Tanjungbalai - Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, meminta seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungbalai untuk memisahkan hubungan kekerabatan, pertemanan maupun hubungan pribadi dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Mahyaruddin menekankan, setiap ASN harus bekerja secara profesional sesuai fungsi dan tanggung jawab masing-masing. Menurutnya, urusan pemerintahan tidak boleh dicampur adukkan dengan hubungan keluarga, pertemanan maupun perasaan pribadi.
“Jangan bawa perasaan dalam memimpin dan bekerja. Ini urusan pemerintahan, tidak ada urusan keluarga-keluarga di sini, tidak ada urusan kenal sama kawan dan seterusnya. Kita bekerja sesuai fungsi dan tanggung jawab,” kaya Mahyaruddin.
Ia juga mengingatkan jajaran ASN agar tidak mudah terbawa perasaan atau baper hanya karena persoalan-persoalan kecil dalam pekerjaan, termasuk ketika merasa tidak diperhatikan oleh pimpinan. “Jangan pakai baper. Kok aku tadi tidak dilihat Pak Wali, wajahku tidak dilihat? Kadang-kadang kita banyak pikiran, tidak sempat melihat wajah orang. Yang penting kerja saja. Kita nilai bukan wajahnya, tetapi bagaimana kerjanya, bagus atau tidak,” ujarnya.
Mahyaruddin bahkan menggambarkan hubungan di lingkungan keluarga dengan dunia kerja. Menurutnya, jika di rumah suami dan istri dapat saling memberikan perhatian, namun ketika berada dalam lingkungan pemerintahan, seluruh ASN harus menempatkan diri secara profesional.
“Kalau di rumah, yang perempuan diratukan suaminya, demikian sebaliknya. Jangan di sini. Kita di sini kerja,” katanya.
Selain itu, Mahyaruddin kembali mengingatkan pentingnya komunikasi dan keterbukaan informasi kepada masyarakat. Ia mengatakan, hal tersebut telah berulang kali disampaikannya, baik secara langsung maupun melalui grup WhatsApp jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).
Menurutnya, di era digital dan keterbukaan informasi saat ini, pemerintah harus mampu menyampaikan informasi secara terbuka kepada masyarakat, termasuk ketika terdapat persoalan atau kendala dalam pelayanan publik.
“Silahkan bangun komunikasi, karena sekarang era digital, eranya keterbukaan informasi. Kalau ada media, silahkan jawab. Kalau betul, sampaikan betul. Kalau salah, sampaikan salah, mohon maaf kami salah, ada kelalaian. Sampaikan dengan jelas dan benar,” ucapnya.
Mahyaruddin juga meminta seluruh jajaran Pemko Tanjungbalai untuk melibatkan media dalam menyampaikan berbagai informasi terkait kinerja pemerintah. Menurutnya, keberadaan media sangat penting agar masyarakat maupun pemerintah di tingkat provinsi dan pusat dapat mengetahui kondisi serta perkembangan pembangunan di Tanjungbalai.
“Libatkan media, jangan takut. Bagaimana Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat dapat menilai kinerja kita kalau hanya kita-kita saja yang bercerita? Tidak bisa itu kalau kita tidak melibatkan media,” ujarnya.
Ia mencontohkan persoalan distribusi air kepada masyarakat. Jika pelayanan air belum maksimal karena adanya kendala teknis, pemerintah harus menjelaskan kondisi tersebut secara terbuka kepada masyarakat.
“Misalnya air belum tuntas, sampaikan kepada masyarakat apa masalahnya. Biar masyarakat juga tahu bahwa pompa distribusi air belum maksimal karena faktor usia, kondisinya kurang bagus, tidak ada anggaran untuk mengganti yang baru. Silahkan sampaikan, sehingga masyarakat luas tahu,” ucap Mahyaruddin.
Ia menegaskan, jabatan yang diemban setiap ASN, mulai dari tingkat paling rendah hingga pejabat tertinggi, harus diikuti dengan tanggung jawab untuk bekerja dan memberikan kontribusi terhadap pemerintahan.
Mahyaruddin juga menyampaikan bahwa seluruh jajaran harus siap bekerja di bawah kepemimpinannya dan mendukung visi serta misi Pemerintah Kota Tanjungbalai yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), termasuk menjalankan kebijakan kepala daerah. “Di zaman kepemimpinan Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim, harus siap bekerja. Kalau tidak sanggup, silahkan mundur. Pintu keluar terbuka, saya tidak menahan dan tidak melarang,” katanya.
Ia menekankan, seluruh ASN wajib mendukung visi dan misi pemerintah daerah serta kebijakan yang telah ditetapkan.
Mahyaruddin meminta ASN tidak bekerja setengah-setengah. Setiap pekerjaan yang telah menjadi tanggung jawab harus diselesaikan hingga tuntas dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Seluruh ASN kerja sampai tuntas, jangan bekerja setengah-setengah. Jangan nanti disuruh-menyuruh lagi, begitu nanti ditanya persentasenya tidak dapat menjawab,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....