Sisa Makanan Jadi Pakan Ternak, Wabup Asahan Apresiasi Inovasi KKN UGM

  • 10 Agt 2026 17:21 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Asahan - Wakil Bupati Asahan, Rianto, mengapresiasi inovasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam mengolah sisa makanan menjadi pakan alternatif ternak.

Apresiasi tersebut disampaikan saat Wakil Bupati Asahan mengunjungi Pesantren Darul Falah, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, Sabtu, 8 Agustus 2026, untuk melihat secara langsung hasil kegiatan mahasiswa KKN-PPM UGM yang melaksanakan pengabdian di wilayah tersebut.

Dalam kunjungan itu, Rianto melihat inovasi mahasiswa dalam memanfaatkan sisa makanan dari lingkungan pesantren yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah. Sisa makanan tersebut dikelola sebagai bahan budidaya maggot.

“Maggot yang dihasilkan selanjutnya dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pakan alternatif untuk ternak bebek. Inovasi ini dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan pakan ternak sekaligus mengurangi timbulan limbah makanan di lingkungan pesantren,” ucapnya.

Salah seorang mahasiswa KKN UGM yang ditempatkan di Desa Aek Songsongan, Muhammad Ghazalah Anwar, menjelaskan program tersebut merupakan upaya mahasiswa memberikan solusi sederhana dan berkelanjutan terhadap persoalan limbah makanan, sekaligus mendukung sektor peternakan masyarakat.

Menurutnya, melalui pengelolaan tersebut, sisa makanan tidak hanya berakhir sebagai limbah, tetapi dapat diubah menjadi sesuatu yang memiliki nilai manfaat dan ekonomi.

“Harapannya, konsep ini dapat terus dikembangkan oleh masyarakat setelah masa pelaksanaan KKN berakhir,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Asahan Rianto menyampaikan terima kasih kepada UGM melalui pelaksanaan KKN-PPM UGM Tahun 2026 yang telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Asahan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT Inalum yang telah memfasilitasi dan mendukung kehadiran KKN UGM di Kabupaten Asahan.

Rianto menilai inovasi yang diterapkan mahasiswa KKN UGM menjadi contoh nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam menciptakan solusi yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus memiliki potensi ekonomi.

“Kami mengapresiasi apa yang dilakukan mahasiswa KKN UGM. Sisa makanan yang selama ini dianggap sebagai limbah ternyata dapat dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ini merupakan inovasi yang sederhana, tetapi memiliki nilai manfaat yang besar apabila dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar Rianto.

Ia berharap ilmu dan inovasi yang dibawa mahasiswa KKN UGM dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan masyarakat.

Menurutnya, kehadiran KKN UGM di Kabupaten Asahan diharapkan tidak hanya meninggalkan program selama masa pengabdian, tetapi juga meninggalkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat terus diterapkan masyarakat secara berkelanjutan.

Kunjungan tersebut turut dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan, pihak Pesantren Darul Falah, perwakilan PT Inalum, serta mahasiswa KKN UGM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....